ini merupakan sebuah kisah nyata yang mengharukan dari seorang anak yang tidka memiliki sebuah wajah. semoga dapat menyadarkan kita untuk menghargai dan berterima kasih dengan apa yang telah kita miliki
Yuliana Wetmore, gadis yang terlahir tanpa tulang wajah sehingga wajahnya tidak berbentuk
Semula saya ragu untuk memposting tulisan ini, karena hal ini seakan mengekspose cacat seseorang yang sebenarnya merupakan pemberian dari Yang Maha Kuasa, namun setelah saya pikir mendalam dari aspek postitif dan saya renungkan lagi, ada banyak hal yang banyak bisa kita ambil hikmah dan belajar dari gadis cikik ini. Sungguh tidak kuat air mataku untuk tidak meneteskan air, mencoba menyelami dan mencoba memposisikan diri dalam kaca kehidupan dirinya, yang masih polos mungil dalam keceriaan dan spontanitas kelucuan sang bocah. Dialah Juliana Wetmore, gadis kecil yang terlahir dengan kondisi tubuh tidak sempurna sebagaimana teman-teman seusianya. Menurut sumber ruanghati.com Juliana lahir pada tahun 2003 dengan kelainan genetika yang langka (Kraniofasial) lebih dikenal dengan sebutan (Sindrom Treacher Collin).
http://i.ytimg.com/vi/513jMszxg_k/0.jpg
SAAT MASIH BAYI ,....
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1v5ub1pGAn6kbNMgCGOi574ZutaayQIujV4yojX5NdUN0-GauU3jtvcHUIZRY5AEZVkhz2mDD6pitl9gHjvBDdhyphenhyphenp36vIUINSEUCD4tPvVK7_WcqTiOpJ_q5fYnCrnwLiyH_mfOjrnsI/s400/2327991367_abe7be0b21_o.jpg
http://archivos.metatube.com/uploads/videos/thumbs/img_webmaster_1206039607.jpg
http://i.ytimg.com/vi/513jMszxg_k/0.jpg
Yuliana Wetmore, Walaupun kondisi terlahir tidak seperti teman-teman sebayanya, Yuliana tetap optimis dan ceria
http://farm2.static.flickr.com/1315/761031814_50ba680e3f_o.jpg
Gadis yang tidak memiliki wajah secara harfiah dikarenakan dia kehilangan 30-40 persen dari tulang rahang dan tulang wajahnya. Menurut dokter yang menanganinya kasus Yuliana merupakan salah satu kasus yang langka di dunia, sampai saat ini Yuliana sudah menjalani operasi bedah plastik wajah sebanyak 20 kali untuk lebih membantu menyempurnakan wajahnya. Dokter mengerti bahwa sangat sulit bahkan mustahil untuk bisa memberikan semacam face off atau wajah baru bagi Yuliana, namun setidaknya mereka mencoba membantu agar keadaannya bisa lebih baik dari yang sekarang. Agar lebih bisa membawa sang gadis Yuliana lebih memiliki rasa percaya diri untuk berinteraksi dengan sesama. Yuliana merupakan gadis cilik yang memiliki kecerdasan yang lumayan bagus, demikian dikatakan orang tuanya. Gadis ini memiliki potensi yang cukup menggembirakan dari sisi intelektualnya. Tuhan Maha Adil dan Bijaksana.
http://www.julianawetmore.net/photos/juliana42.jpg
http://1.bp.blogspot.com/_JCZvRTy2RWs/SdNCjY-evcI/AAAAAAAAAP4/SdCub8Ohzao/s320/TC02.jpg
http://thefordreport.com/wp-content/uploads/2008/10/juliana.jpg
http://4.bp.blogspot.com/_vnQkkukmKR0/SvzjXnvTzxI/AAAAAAAADE4/xw7wsRaVS_8/s320/friends055-1.jpg
http://2.bp.blogspot.com/_vnQkkukmKR0/SvzjX8P035I/AAAAAAAADFA/FKi5g1NUGmc/s320/friends057-1.jpg
http://3.bp.blogspot.com/_vnQkkukmKR0/SvzjYedjcfI/AAAAAAAADFI/knU03Vy4N_0/s320/Picture035.jpg
Dengan melihat kondisi Yuliana masihkah kita tidak merasa bersyukur pada apa yang Tuhan Berikan kepada kita saat ini?
http://4.bp.blogspot.com/_vnQkkukmKR0/SvzjYnBLpXI/AAAAAAAADFQ/tHvJymcOPRw/s320/Picture037.jpg
Satu hal yang membuat saya menjadi terusik nurani dari Yuliana, yaitu, dengan kondisinya yang demikian gadis ini masih bisa optimis dan ceria, lalu mengapa kita yang diberikan Tuhan kelengkapan badan dan wajah sempurna masih kurang bersyukur. Bukankan Tuhan sudah menciptakan kita terlahir ke dunia ini dengan wujud sesempurna mungkin. Maha Suci Allah, sungguh kita seringkali tidak menyadari dan melupakan kesempurnaan yang Tuhan berikan pada kita. Banyak diantara kita sampai rela untuk mengeluarkan biaya sangat mahal untuk operasi plastik karena kita tidak puas dengan kondisi wajah yang sebenarnya sudah diciptakan Tuhan dengan bagus dan sempurna. Apakah hal itu belum cukup untuk membuat kita mengucap syukur pada-Nya.
Selamat Hari Jum’at sudahkan Anda mengucap Syukur pada Tuhan hari ini?
yuliana gadis cilik dengan keterbatasan fisik, namun memiliki kecerdasan yang luar biasa
http://www.yancey-gamecock.com/Juliana2.jpg
Senin, Desember 14, 2009
Misteri Pasir Pemangsa atau Pasir Hisap
Misteri Pasir Pemangsa atau Pasir Hisap
Dapat menghisap manusia ke lubang tak berdasar
Pasir hidup adalah mekanisme paling unik alam semesta, ia mungkin terpendam di pantai tepi sungai atau bahkan mungkin di halaman belakang sekitarnya, dengan tenang menunggu orang-orang mendekat, membuat orang sulit maju ataupun mundur.
Pada tahun 1692, di pelabuhan Jamaika, pernah terjadi pasir hidup yang terbentuk dari larutan tanah akibat gempa, belakangan menyebabkan 1/3 kota hilang, dan tragedi yang menewaskan 2000 jiwa manusia.
Danau yang tampak tenang di selatan Inggris, fyord atau teluk sempit di Alaska yang indah tapi berbahaya dan daerah lainnya pernah terjadi peristiwa manusia terperangkap ke dalam pasir hidup.
Namun, sebagian besar orang kerap tidak pernah menjumpai pasir hidup, apalagi menyaksikan sendiri orang terperosok ke dalam pasir hidup atau mengalaminya sendiri. Kesan orang-orang terhadap pasir hidup terutama berdasarkan berbagai film yang ditontonnya. Suasana atau pemandangan yang diciptakan dalam film melukiskan pasir hidup adalah suatu momok yang dapat menghisap manusia ke lubang tak berdasar.
Akan larut jika permukan pasir hisap terganggu
Seorang ilmuwan dari Universitas Amsterdam, Belanda yakni Daniel Bonn pernah menemui seorang gembala setempat. Sang gembala menunjuk pasir hisap sambil berkata pada Bonn, bahwa pernah ada unta terperosok ke dalam kemudian lenyap tak berbekas.
Lalu segera ia melakukan penyelidikan terkait setelah kembai ke negaranya. Ia membawa sampel pasir ke Belanda dan menganalisis komposisinya. Setelah menemukan bahwa campuran tersebut terdiri atas pasir berkualitas tinggi, tanah liat, dan air garam, Bonn bersama timnya membuat tiruan pasir hisap dalam jumlah besar.
Ia mengamati dan menganalisa dengan cermat puluhan film yang melukiskan pemandangan pasir hisap yang menelan manusia itu, dan mendapati bahwa gambaran yang dilukiskan film-film ini sepenuhnya salah dan keliru.
Kemudian, di dalam laboratoriumnya, Bonn mencampurkan pasir, tanah liat dan air garam, membentuk sebuah maket pasir hidup dalam ruangan kecil untuk diteliti. Setelah percobaan secara berulang-ulang, personel peneliti yang dipimpin Bonn mendapati, bahwa perlu waktu beberapa hari untuk membuat pasir menjadi lengket.
Sebaliknya sangat mudah kalau hendak menghilangkan viskositasnya (sifat merekat), yakni cukup diberi tekanan yang pas di permukaannya. Permukaannya akan segera “larut” dengan cepat jika mendapat gangguan gerak, pasir di permukaan akan menjadi gembur (lembek), dan pasir di lapisan yang dangkal juga akan merosot ke bawah dengan cepat.
Gerakan perpindahan ini membuat benda yang bergerak di permukaan pasir tenggelam ke bawah, kemudian seiring dengan meningkatnya kedalaman penenggelaman tersebut, pasir yang jatuh ke bawah melalui gerakan perpindahan dari lapisan atas perlahan-lahan akan menyatu, lalu akan menciptakan endapan yang tebal, sehingga viskositas atau sifat merekat pasir bertambah cepat, mencegah obyek terperosok lebih jauh.
Butuh kekuatan mengangkat sebuah mobil
Menurut hasil penelitian, bahwa orang yang terperosok ke dalam pasir hisap umumnya tidak bisa bergerak, densitas pasir yang meningkat kemudian merekat di bagian anggota badan bawah yang terperosok dalam pasir hisap tersebut, membentuk tekanan yang sangat besas pada tubuh, membuat kita sangat sulit mengeluarkan tenaga.
Orang yang sangat besar tenaganya sekalipun juga sulit dalam waktu singkat bisa mengeluarkan korban yang terperangkap dalam pasir hisap tersebut. Setelah di kalkulasi peneliti terkait, bahwa untuk mengeluarkan satu kaki korban yang terperangkap dengan kecepatan 1 cm/ detik saja butuh kekuatan 100 ribu Newton, atau kurang lebih setara dengan kekuatan mengangkat sebuah mobil ukuran sedang.
Kecuali dibantu dengan mobil Derek, jika tidak sulit sekali mengeluarkan korban yang terperangkap dalam pasir hisap tersebut dalam waktu singkat. Hasil penelitian terkait juga menunjukan, menurut hitungan kekuatan ini, jika secara paksa menyeret korban, maka sebelum pasir hisap “melepaskan” korban yang terperangkap, tubuh korban sudah putus tertarik oleh kekuatan yang besar itu.
Resiko yang diakibatkan tindakan demikian jauh lebih berbahaya dibanding membiarkan korban tetap berada dalam pasir hisap tersebut untuk sementara waktu.
Bagaimana menyelamatkan diri dari perangkap
Sebenarnya sebagian besar pasir hisap tidak jauh berbeda dengan pasir pada umumnya, tidak menyeramkan sebagaimana yang dilukiskan dalam film. Secara prinsipal, ia hanya pasir yang telah diresapi air, karena friksi (gaya gesek) antar butiran pasir berkurang, sehingga menjadi campuran pasir dan air setengah cair yang sulit mendukung. Pasir hidup biasanya dijumpai di sekitar pantai.
Menurut Benn, bahwa hanya ada satu keadaan pasir hisap dapat menenggelamkan manusia (mati tenggelam), yaitu ketika bagian kepala lebih dulu masuk ke dalam, namun kemungkinan terperosok dengan cara demikian sangat kecil. Orang yang terperosok ke dalam pasir hisap hanya merasakan sedikit tekanan pada bagian dada, agak sulit bernapas, tidak akan mengancam jiwa. Air pasang di dekat pasir hidup barulah musuh yang menakutkan bagi korban yang terperangkap.
Orang-orang keliru menafsirkan bahwa dengan menggoyangkan kaki bisa melonggarkan pasir di sekitar badan, sehingga dengan demikian dapat membantu anggota badan untuk keluar dari dalam pasir. Ilmuwan terkait menuturkan, sebetulnya bukan begitu, gerakan demikian hanya akan mempercepat endapan tanah liat, memperkuat viskositas (sifat merekat) pasir hisap, meronta membabi buta hanya akan membuat korban terperosok lebih dalam.
Benn mengatakan, “cara untuk terlepas dari pasir hisap tetap ada, yaitu korban yang terperangkap harus menggerakkan secara perlahan kedua kakinya, agar air dan pasir semaksimal merembes masuk ke daerah hampa, dengan begitu akan dapat mengurangi tekanan badan si korban, sekaligus membuat pasir agar perlahan-lahan menggembur.
Selain itu, sang korban juga harus berusaha agar anggota badannya terpisah, sebab jika area permukaan pasir yang disentuh badan semakin besar, maka daya apung yang didapat akan semakin besar. Asalkan korban memiliki kesabaran yang cukup, dengan gerakan yang cukup tenang dan santai, maka secara perlahan pasti akan terbebas dari perangkap pasir hisap.
Selain itu hasil penelitian juga mendapati, saat suatu obyek terperosok ke dalam pasir hisap, kecepatan terbenamnya ditentukan oleh densitas obyek tersebut. Densitas pasir hidup umumnya 2 g/milliliter, sedangkan densitas manusia adalah 1g/milliliter. Di bawah densitas demikian, tubuh manusia yang terbenam ke pasir hidup tidak akan mati tenggelam, kerap akan berhenti sampai sebatas pinggang.
Selain itu peneliti juga mendapati, bahwa meskipun sejumlah obyek yang berdensitas lebih besar dari pasir hidup, tapi tetap bisa mengapung di atas pasir hidup. Dalam percobaan terkait, mereka kemudian meletakkan bola aluminium yang berdensitas 2.7g/mililiter di atas permukaan pasir hisap.
Dan meskipun densitasnya lebih besar dari pasir hidup. Namun karena mendapat pengaruh daya apung pasir hisap dan tegangan pasir, maka bola aluminium tetap bisa dengan tenang berada di permukaan pasir hidup. Bola tersebut tidak tenggelam hingga para peneliti menggetarkan pasir hisap dan membuat gerakan yang menyebabkan campuran lebih cair. Ketika melakukan hal ini, bola aluminium benar-benar seluruhnya tenggelam.
Namun saat menggunakan bola aluminium yang memiliki kerapatan sama dengan manusia yang berarti lebih rendah daripada kerapatan pasir hisap, bola tersebut tidak pernah tenggelam walaupun campuran diperlakukan dengan kasar.
Jatuhnya objek ke pasir hisap menyebabkan pastikel pasir bercampur air kehilangan kestabilan. Jika terus diberi tekanan, campuran tersebut akan berubah menjadi lebih cair di permukaan dan sangat padat di dasarnya.
“Semakin besar tekanannya, semakin banyak cairan yang terbentuk di pasir hisap sehingga gerakan korban membuatnya terperosok semakin dalam,” kata Daniel Bonn, pemimpin penelitian dari University of Amsterdam sebagaimana ditulis dalam jurnal Nature.
Berdasarkan pengukuran terhadap peralatan aluminium ini, meningkatkan tekanan fisik ke partikel sebesar 1 persen menyebabkan kecepatan tenggelamnya naik sejuta kali. Bonn menambahkan bahwa menarik benda dari pasir pada tahap ini membutuhkan kekuatan setara mengangkat mobil berukuran menengah.
Sabar dan tenang
“Yang paling berbahaya adalah apabila pasir hisap cenderung menarik dengan cepat,” katanya. Tapi, kesabaran dapat menyelamatkan Anda. Jika ditunggu dengan sabar, partikel pasir lambat laun akan stabil sehingga daya apung campuran tersebut akan mengangkat Anda ke atas.
Kami mengetahui bahwa lapisan pasir di bawahnya lebih rapat sedangkan air lebih banyak di lapisan atas. Lapisan pasir yang sangat pekat di bawah sangat sedikit mengandung air sehingga sulit melepas kaki yang terperosok ke dalamnya,” lanjut Bonn.Sarannya, tetaplah tenang dan biasanya Anda akan terapung. Luruskan punggung Anda untuk memperluas area yang bebas dan tunggu hingga kaki bebas dari pasir. Bonn juga menyarankan agar kaki bergerak untuk mengendalikan air sehingga Anda terapung. “Anda harus memasukkan air ke dalam pasir dan cara yang paling mudah adalah memutar-mutar sekitar kaki di dalam pasir hisap,” tambahnya.
Saran tersebut kemungkinan besar benar. Buktinya, bola aluminium kedua dalam percobaan ini tidak tenggelam lebih dari setengah bagian. Meskipun bola tersebut hanya empat milimeter diameternya, kerapatannya sama dengan manusia sehingga bisa digunakan sebagai model manusia.
Dapat menghisap manusia ke lubang tak berdasar
Pasir hidup adalah mekanisme paling unik alam semesta, ia mungkin terpendam di pantai tepi sungai atau bahkan mungkin di halaman belakang sekitarnya, dengan tenang menunggu orang-orang mendekat, membuat orang sulit maju ataupun mundur.
Pada tahun 1692, di pelabuhan Jamaika, pernah terjadi pasir hidup yang terbentuk dari larutan tanah akibat gempa, belakangan menyebabkan 1/3 kota hilang, dan tragedi yang menewaskan 2000 jiwa manusia.
Danau yang tampak tenang di selatan Inggris, fyord atau teluk sempit di Alaska yang indah tapi berbahaya dan daerah lainnya pernah terjadi peristiwa manusia terperangkap ke dalam pasir hidup.
Namun, sebagian besar orang kerap tidak pernah menjumpai pasir hidup, apalagi menyaksikan sendiri orang terperosok ke dalam pasir hidup atau mengalaminya sendiri. Kesan orang-orang terhadap pasir hidup terutama berdasarkan berbagai film yang ditontonnya. Suasana atau pemandangan yang diciptakan dalam film melukiskan pasir hidup adalah suatu momok yang dapat menghisap manusia ke lubang tak berdasar.
Akan larut jika permukan pasir hisap terganggu
Seorang ilmuwan dari Universitas Amsterdam, Belanda yakni Daniel Bonn pernah menemui seorang gembala setempat. Sang gembala menunjuk pasir hisap sambil berkata pada Bonn, bahwa pernah ada unta terperosok ke dalam kemudian lenyap tak berbekas.
Lalu segera ia melakukan penyelidikan terkait setelah kembai ke negaranya. Ia membawa sampel pasir ke Belanda dan menganalisis komposisinya. Setelah menemukan bahwa campuran tersebut terdiri atas pasir berkualitas tinggi, tanah liat, dan air garam, Bonn bersama timnya membuat tiruan pasir hisap dalam jumlah besar.
Ia mengamati dan menganalisa dengan cermat puluhan film yang melukiskan pemandangan pasir hisap yang menelan manusia itu, dan mendapati bahwa gambaran yang dilukiskan film-film ini sepenuhnya salah dan keliru.
Kemudian, di dalam laboratoriumnya, Bonn mencampurkan pasir, tanah liat dan air garam, membentuk sebuah maket pasir hidup dalam ruangan kecil untuk diteliti. Setelah percobaan secara berulang-ulang, personel peneliti yang dipimpin Bonn mendapati, bahwa perlu waktu beberapa hari untuk membuat pasir menjadi lengket.
Sebaliknya sangat mudah kalau hendak menghilangkan viskositasnya (sifat merekat), yakni cukup diberi tekanan yang pas di permukaannya. Permukaannya akan segera “larut” dengan cepat jika mendapat gangguan gerak, pasir di permukaan akan menjadi gembur (lembek), dan pasir di lapisan yang dangkal juga akan merosot ke bawah dengan cepat.
Gerakan perpindahan ini membuat benda yang bergerak di permukaan pasir tenggelam ke bawah, kemudian seiring dengan meningkatnya kedalaman penenggelaman tersebut, pasir yang jatuh ke bawah melalui gerakan perpindahan dari lapisan atas perlahan-lahan akan menyatu, lalu akan menciptakan endapan yang tebal, sehingga viskositas atau sifat merekat pasir bertambah cepat, mencegah obyek terperosok lebih jauh.
Butuh kekuatan mengangkat sebuah mobil
Menurut hasil penelitian, bahwa orang yang terperosok ke dalam pasir hisap umumnya tidak bisa bergerak, densitas pasir yang meningkat kemudian merekat di bagian anggota badan bawah yang terperosok dalam pasir hisap tersebut, membentuk tekanan yang sangat besas pada tubuh, membuat kita sangat sulit mengeluarkan tenaga.
Orang yang sangat besar tenaganya sekalipun juga sulit dalam waktu singkat bisa mengeluarkan korban yang terperangkap dalam pasir hisap tersebut. Setelah di kalkulasi peneliti terkait, bahwa untuk mengeluarkan satu kaki korban yang terperangkap dengan kecepatan 1 cm/ detik saja butuh kekuatan 100 ribu Newton, atau kurang lebih setara dengan kekuatan mengangkat sebuah mobil ukuran sedang.
Kecuali dibantu dengan mobil Derek, jika tidak sulit sekali mengeluarkan korban yang terperangkap dalam pasir hisap tersebut dalam waktu singkat. Hasil penelitian terkait juga menunjukan, menurut hitungan kekuatan ini, jika secara paksa menyeret korban, maka sebelum pasir hisap “melepaskan” korban yang terperangkap, tubuh korban sudah putus tertarik oleh kekuatan yang besar itu.
Resiko yang diakibatkan tindakan demikian jauh lebih berbahaya dibanding membiarkan korban tetap berada dalam pasir hisap tersebut untuk sementara waktu.
Bagaimana menyelamatkan diri dari perangkap
Sebenarnya sebagian besar pasir hisap tidak jauh berbeda dengan pasir pada umumnya, tidak menyeramkan sebagaimana yang dilukiskan dalam film. Secara prinsipal, ia hanya pasir yang telah diresapi air, karena friksi (gaya gesek) antar butiran pasir berkurang, sehingga menjadi campuran pasir dan air setengah cair yang sulit mendukung. Pasir hidup biasanya dijumpai di sekitar pantai.
Menurut Benn, bahwa hanya ada satu keadaan pasir hisap dapat menenggelamkan manusia (mati tenggelam), yaitu ketika bagian kepala lebih dulu masuk ke dalam, namun kemungkinan terperosok dengan cara demikian sangat kecil. Orang yang terperosok ke dalam pasir hisap hanya merasakan sedikit tekanan pada bagian dada, agak sulit bernapas, tidak akan mengancam jiwa. Air pasang di dekat pasir hidup barulah musuh yang menakutkan bagi korban yang terperangkap.
Orang-orang keliru menafsirkan bahwa dengan menggoyangkan kaki bisa melonggarkan pasir di sekitar badan, sehingga dengan demikian dapat membantu anggota badan untuk keluar dari dalam pasir. Ilmuwan terkait menuturkan, sebetulnya bukan begitu, gerakan demikian hanya akan mempercepat endapan tanah liat, memperkuat viskositas (sifat merekat) pasir hisap, meronta membabi buta hanya akan membuat korban terperosok lebih dalam.
Benn mengatakan, “cara untuk terlepas dari pasir hisap tetap ada, yaitu korban yang terperangkap harus menggerakkan secara perlahan kedua kakinya, agar air dan pasir semaksimal merembes masuk ke daerah hampa, dengan begitu akan dapat mengurangi tekanan badan si korban, sekaligus membuat pasir agar perlahan-lahan menggembur.
Selain itu, sang korban juga harus berusaha agar anggota badannya terpisah, sebab jika area permukaan pasir yang disentuh badan semakin besar, maka daya apung yang didapat akan semakin besar. Asalkan korban memiliki kesabaran yang cukup, dengan gerakan yang cukup tenang dan santai, maka secara perlahan pasti akan terbebas dari perangkap pasir hisap.
Selain itu hasil penelitian juga mendapati, saat suatu obyek terperosok ke dalam pasir hisap, kecepatan terbenamnya ditentukan oleh densitas obyek tersebut. Densitas pasir hidup umumnya 2 g/milliliter, sedangkan densitas manusia adalah 1g/milliliter. Di bawah densitas demikian, tubuh manusia yang terbenam ke pasir hidup tidak akan mati tenggelam, kerap akan berhenti sampai sebatas pinggang.
Selain itu peneliti juga mendapati, bahwa meskipun sejumlah obyek yang berdensitas lebih besar dari pasir hidup, tapi tetap bisa mengapung di atas pasir hidup. Dalam percobaan terkait, mereka kemudian meletakkan bola aluminium yang berdensitas 2.7g/mililiter di atas permukaan pasir hisap.
Dan meskipun densitasnya lebih besar dari pasir hidup. Namun karena mendapat pengaruh daya apung pasir hisap dan tegangan pasir, maka bola aluminium tetap bisa dengan tenang berada di permukaan pasir hidup. Bola tersebut tidak tenggelam hingga para peneliti menggetarkan pasir hisap dan membuat gerakan yang menyebabkan campuran lebih cair. Ketika melakukan hal ini, bola aluminium benar-benar seluruhnya tenggelam.
Namun saat menggunakan bola aluminium yang memiliki kerapatan sama dengan manusia yang berarti lebih rendah daripada kerapatan pasir hisap, bola tersebut tidak pernah tenggelam walaupun campuran diperlakukan dengan kasar.
Jatuhnya objek ke pasir hisap menyebabkan pastikel pasir bercampur air kehilangan kestabilan. Jika terus diberi tekanan, campuran tersebut akan berubah menjadi lebih cair di permukaan dan sangat padat di dasarnya.
“Semakin besar tekanannya, semakin banyak cairan yang terbentuk di pasir hisap sehingga gerakan korban membuatnya terperosok semakin dalam,” kata Daniel Bonn, pemimpin penelitian dari University of Amsterdam sebagaimana ditulis dalam jurnal Nature.
Berdasarkan pengukuran terhadap peralatan aluminium ini, meningkatkan tekanan fisik ke partikel sebesar 1 persen menyebabkan kecepatan tenggelamnya naik sejuta kali. Bonn menambahkan bahwa menarik benda dari pasir pada tahap ini membutuhkan kekuatan setara mengangkat mobil berukuran menengah.
Sabar dan tenang
“Yang paling berbahaya adalah apabila pasir hisap cenderung menarik dengan cepat,” katanya. Tapi, kesabaran dapat menyelamatkan Anda. Jika ditunggu dengan sabar, partikel pasir lambat laun akan stabil sehingga daya apung campuran tersebut akan mengangkat Anda ke atas.
Kami mengetahui bahwa lapisan pasir di bawahnya lebih rapat sedangkan air lebih banyak di lapisan atas. Lapisan pasir yang sangat pekat di bawah sangat sedikit mengandung air sehingga sulit melepas kaki yang terperosok ke dalamnya,” lanjut Bonn.Sarannya, tetaplah tenang dan biasanya Anda akan terapung. Luruskan punggung Anda untuk memperluas area yang bebas dan tunggu hingga kaki bebas dari pasir. Bonn juga menyarankan agar kaki bergerak untuk mengendalikan air sehingga Anda terapung. “Anda harus memasukkan air ke dalam pasir dan cara yang paling mudah adalah memutar-mutar sekitar kaki di dalam pasir hisap,” tambahnya.
Saran tersebut kemungkinan besar benar. Buktinya, bola aluminium kedua dalam percobaan ini tidak tenggelam lebih dari setengah bagian. Meskipun bola tersebut hanya empat milimeter diameternya, kerapatannya sama dengan manusia sehingga bisa digunakan sebagai model manusia.
10 Tempat Teraman Di Dunia
10 Tempat Teraman Di Dunia
01. London Tower
Di zaman abad pertengahan, bangunan ini berfungsi sebagai benteng, seiring waktu bangunan ini terus diperluas dan berubah fungsi, pernah dijadikan penjara, kediaman raja, serta ruang penyimpanan senjata dan harta karun.
Sampai saat ini ruang penyimpanan harta karun “Jewel House” masih ada. Letaknya dibawah tanah, dibalik pintu besi dan kaca pelindung berpelat baja. Disinilah bersemayam permata pewaris tahta Inggris.
Pengunjung tidak perlu capek berjalan sebab lantainya yang berjalan. Ini memang disengaja sebab dengan begitu pengunjung tidak akan berlama-lama melihat koleksi museum. Selain itu pengunjung selalu dibawah pengawasan ketat petugas keamanan.
Benda-benda yang ada disini memang bernilai tinggi. Sebut saja mahkota emas St. Edward, mahkota Kohinoor” milik ratu Elisabeth dengan berlian seberat 109 karat dan tongkat kerajaan dengan “bintang dari Afrika”, berlian asahan terbesar di dunia.
02. Sealand/HavenCo
Ini masih soal menyimpan data, cuma letaknya ada ditengah laut. Perusahaan penyimpan data Haven.Co mengamankan data-data sensitif milik banyak perusahaan di Sealand. Jika melihat gambarnya, terbayang bahwa yang dimaksud Sealand tak lebih dari bangunan dok di tengah lautan, tepatnya 10 km di lepas pantai Suffolk Inggris. Meski begitu Sealand merupakan daerah istimewa sejak 1967 dengan “raja” sendiri.
Waktu perang dunia kedua, sealand merupakan kawasan pertahanan udara di perairan internasional. Kemudian berhubung kerajaan Inggris Raya tidak melihatnya sebagai bagian dari Inggris, maka pemiliknya “Pangeran” Roy yang mantan Mayor Paddy Roy Bates mengklaim Sealand sebagai negara milik pribadinya. Tahun 1978 sejumlah orang Belanda yang bekerja untuk pedagang Jerman menculik putra Roy dan menguasai Sealand.
Para penculik berhasil ditaklukkan dan ditangkap sebagai tahanan perang. Kerajaan Inggris Raya mencoba menolong membebaskan tahanan itu tapi gagal. Jerman lalu mengirim seorang duta besarnya ke Sealand untuk membebaskan para tahanan itu. Pangeran Roy mengartikan hal ini sebagai pengakuan nyata bahwa sealand sebagai negara.
03. Granite Bunker
Bunker yang terletak di Salt Lake City, negara bagian Utah , AS ini menyimpan arsip pribadi jutaan manusia yang tersimpan dalam mikrofilm. Disinilah suku mormon melakukan penelitian intensif untuk menelusuri silsilah nenek moyang mereka.
Dibawah tanah sedalam 200 meter di gunung granit, dan dibalik enam pintu seberat 12 Ton inilah tersimpan harta karun terbesar dunia di bidang ilmu silsilah. Data-data yang didapat dari buku-buku kuno gereja, sekarang ini bisa diakses oleh setiap orang yang juga bukan mormon.
04. NORAD Central
Sistim pertahanan ini berupa gua seluas 18.000 m2, sedalam 600 m dibawah batu karang besar. Ruangan terbesar seluas 14 x 180 m dengan tinggi 18 m dengan 2 gerbang logam seberat 25 ton sebagai pintu masuk. Masih ada lagi 15 gedung bawah tanah, sebagian berlantai-3.
Gedung-gedung ini dilindungi oleh 1.319 pelat baja masing-masing seberat 450 Kg yang ditumpuk2 mirip per. Alhasil, air kopi pun tidak bakalan tumpah dari cangkir walaupun terjadi gempa bumi atau serangan bom nuklir. Kombinasi batu karang dan pelat baja tadi mampu menahan gelombang elektromagnetik yang terpancar dari ledakan bom nuklir.
Udara dari luar dialirkan melalui filter-filter dan dibebaskan dari partikel-partikel kimiawi, biologi, dan radio aktif. Pusat NORAD merupakan pusat operasi pertahanan udara AS, letaknya dibawah Pikes Peak di pegunungan Cheyene Mountains (Colorado). Disini setiap penerbangan di kawasan udara Amerika utara diawasi dengan ketat.
Sebagai sebuah koloni NORAD center dilengkapi dengan kantin, rumah sakit, dua studio kebugaran, satu sauna, gereja, salon kecantikan, dan tentu saja sistim pembangkit tenaga listrik dan cadangan air sendiri.
05. Bold Lane Parksafe
Mau parkir mobil dengan rasa aman yang terjamin ??? datang saja ke Bold Lane Parksafe di Derby, Inggris. Tempat parkir ini memberikan lebih dari sekedar sistim keamanan, sejak dioperasikan 7 tahun lalu, tidak pernah ada tanda aksi vandalisme atau tindak kekerasan.
Lahan parkir yang mampu menampung 400 mobil ini dilengkapi dengan sensor pendeteksi gerakan. Jika mobil bergeser sedikit saja, komputer sentral segera mengeluarkan bunyi alarm. Para petugas akan bergegas siaga untuk melihat apa yang terjadi. Sejumlah kamera mengirimkan setiap peristiwa disana keruang pengawas. Disetiap pilar area parkir terdapat tombol alarm yang bisa ditekan pada saat ada pencurian mobil. Yang bisa masuk ke lahan parkir itu hanya pengendara mobil atau pejalan kaki yang dilengkapi kartu parkir dengan kode batang (Barcode).
06. Fort Knox
Inilah gudang emas batangan Amerika Serikat yang terletak dikawasan militer Kentucky, AS, dan dijaga oleh ratusan tentara. Jumlah emas batangan yang ada disini masih rahasia, yang jelas miliaran dolar nilainya. Selain emas batangan, gedung berlantai dua dari baja, beton, dan granit ini diduga menyimpan sejumlah barang berharga lainnya, misalnya salinan naskah asli Magna Charta dari Inggris. Untuk masuk ke gudang ini harus melalui pintu seberat 20 ton. Kuncinya berupa kombinasi angka dan tak sembarang orang tahu. Para pegawai memiliki kode rahasia sendiri yang satu sama lain berbeda. Fort Knox dilengkapi sistim pembangkit tenaga listrik dan instalasi pengairan sendiri.
07. Area 51
Berlokasi di kawasan tengah gurun Nevada, AS, Area 51 dijaga ketat. Papan peringatan, sensor pendeteksi gerakan, jeep-jeep militer berderet dan helikopter yang senantiasa berputar-putar menjadi pelindungnya. Lalu, apa yang dijaga disini ??? menurut kabar burung, disini sedang diteliti UFO dan mayat makhluk luar angkasa. Akan tetapi bagi militer AS tidak ada yang tidak bernilai untuk dijaga. Di kompleks ini juga sedang dikembangkan sejumlah pesawat udara dan pesawat tak berawak, seperti pesawat pembom pengintai atau pesawat spionase U2.
08. Data Fortress
Konon semakin banyak birokrasi semakin banyak juga data2 personalia. Nah bagaimana melindungi data2 itu? terlebih untuk mereka yang berkategori rahasia, seperti petugas intelijen? Di pegunungan Alpen Swiss ada bunker “data fortress” yang sangat aman dibawah pengawasan tentara.
Bunker ini dikelola oleh perusahaan Mount 10 yang bekerja sama dengan militer. Sejumlah bank, lembaga keuangan, perusahaan asuransi kesehatan, pabrik mobil, dan asuransi umum menyimpan data-data paling rentan mereka di tempat yang diakui paling aman dari bencana ini.
Nasabah bisa mengakses datanya dari luar memakai sistim satelit yang dilindungi. Data fortress terdapat ditengah kompleks militer. Untuk masuk harus melewati sejumlah aturan. Bunker bawah tanah ini juga dijamin aman dari bom nuklir dan memiliki sistim pembangkit listrik sendiri.
09. Florence PrisonFlorence Prison
Penjara di Colorado, AS ini menampung 400 tahanannya dibalik 1.000 pintu-pintu baja yang dikendalikan dari jarak jauh. Selama 23 jam sehari para tahanan berada di sel mereka. Detektor yang akan bereaksi oleh gerakan akan mengawasi para napi. Itu masih ditambah dengan gerombolan anjing-anjing pelacak.
10. Air Force One
Dua pesawat terbang merek Boeing 747-200B diubah menjadi dua istana terbang kepresidenan. Dari pesawat semacam ini Presiden AS bisa mengendalikan negaranya jika suatu saat negara diserang musuh. Semua peralatan komunikasi kedap suara, dan setiap kabel aman terhadap sinyal elektromagnetik yang berasal dari ledakan bom.
Roket-roket yang mengancam keselamatannya akan dikecohkan oleh awan yang terbuat dari tali baja. Sementara roket berpemandu inframerah dibelokkan dengan obor-obor api. Pada saat penerbangan, Air Force One bisa mengisi bahan bakar di udara. Dengan kapasitas tangki penuh ia bisa melayang-layang selama seminggu penuh. (Whs)
01. London Tower
Di zaman abad pertengahan, bangunan ini berfungsi sebagai benteng, seiring waktu bangunan ini terus diperluas dan berubah fungsi, pernah dijadikan penjara, kediaman raja, serta ruang penyimpanan senjata dan harta karun.
Sampai saat ini ruang penyimpanan harta karun “Jewel House” masih ada. Letaknya dibawah tanah, dibalik pintu besi dan kaca pelindung berpelat baja. Disinilah bersemayam permata pewaris tahta Inggris.
Pengunjung tidak perlu capek berjalan sebab lantainya yang berjalan. Ini memang disengaja sebab dengan begitu pengunjung tidak akan berlama-lama melihat koleksi museum. Selain itu pengunjung selalu dibawah pengawasan ketat petugas keamanan.
Benda-benda yang ada disini memang bernilai tinggi. Sebut saja mahkota emas St. Edward, mahkota Kohinoor” milik ratu Elisabeth dengan berlian seberat 109 karat dan tongkat kerajaan dengan “bintang dari Afrika”, berlian asahan terbesar di dunia.
02. Sealand/HavenCo
Ini masih soal menyimpan data, cuma letaknya ada ditengah laut. Perusahaan penyimpan data Haven.Co mengamankan data-data sensitif milik banyak perusahaan di Sealand. Jika melihat gambarnya, terbayang bahwa yang dimaksud Sealand tak lebih dari bangunan dok di tengah lautan, tepatnya 10 km di lepas pantai Suffolk Inggris. Meski begitu Sealand merupakan daerah istimewa sejak 1967 dengan “raja” sendiri.
Waktu perang dunia kedua, sealand merupakan kawasan pertahanan udara di perairan internasional. Kemudian berhubung kerajaan Inggris Raya tidak melihatnya sebagai bagian dari Inggris, maka pemiliknya “Pangeran” Roy yang mantan Mayor Paddy Roy Bates mengklaim Sealand sebagai negara milik pribadinya. Tahun 1978 sejumlah orang Belanda yang bekerja untuk pedagang Jerman menculik putra Roy dan menguasai Sealand.
Para penculik berhasil ditaklukkan dan ditangkap sebagai tahanan perang. Kerajaan Inggris Raya mencoba menolong membebaskan tahanan itu tapi gagal. Jerman lalu mengirim seorang duta besarnya ke Sealand untuk membebaskan para tahanan itu. Pangeran Roy mengartikan hal ini sebagai pengakuan nyata bahwa sealand sebagai negara.
03. Granite Bunker
Bunker yang terletak di Salt Lake City, negara bagian Utah , AS ini menyimpan arsip pribadi jutaan manusia yang tersimpan dalam mikrofilm. Disinilah suku mormon melakukan penelitian intensif untuk menelusuri silsilah nenek moyang mereka.
Dibawah tanah sedalam 200 meter di gunung granit, dan dibalik enam pintu seberat 12 Ton inilah tersimpan harta karun terbesar dunia di bidang ilmu silsilah. Data-data yang didapat dari buku-buku kuno gereja, sekarang ini bisa diakses oleh setiap orang yang juga bukan mormon.
04. NORAD Central
Sistim pertahanan ini berupa gua seluas 18.000 m2, sedalam 600 m dibawah batu karang besar. Ruangan terbesar seluas 14 x 180 m dengan tinggi 18 m dengan 2 gerbang logam seberat 25 ton sebagai pintu masuk. Masih ada lagi 15 gedung bawah tanah, sebagian berlantai-3.
Gedung-gedung ini dilindungi oleh 1.319 pelat baja masing-masing seberat 450 Kg yang ditumpuk2 mirip per. Alhasil, air kopi pun tidak bakalan tumpah dari cangkir walaupun terjadi gempa bumi atau serangan bom nuklir. Kombinasi batu karang dan pelat baja tadi mampu menahan gelombang elektromagnetik yang terpancar dari ledakan bom nuklir.
Udara dari luar dialirkan melalui filter-filter dan dibebaskan dari partikel-partikel kimiawi, biologi, dan radio aktif. Pusat NORAD merupakan pusat operasi pertahanan udara AS, letaknya dibawah Pikes Peak di pegunungan Cheyene Mountains (Colorado). Disini setiap penerbangan di kawasan udara Amerika utara diawasi dengan ketat.
Sebagai sebuah koloni NORAD center dilengkapi dengan kantin, rumah sakit, dua studio kebugaran, satu sauna, gereja, salon kecantikan, dan tentu saja sistim pembangkit tenaga listrik dan cadangan air sendiri.
05. Bold Lane Parksafe
Mau parkir mobil dengan rasa aman yang terjamin ??? datang saja ke Bold Lane Parksafe di Derby, Inggris. Tempat parkir ini memberikan lebih dari sekedar sistim keamanan, sejak dioperasikan 7 tahun lalu, tidak pernah ada tanda aksi vandalisme atau tindak kekerasan.
Lahan parkir yang mampu menampung 400 mobil ini dilengkapi dengan sensor pendeteksi gerakan. Jika mobil bergeser sedikit saja, komputer sentral segera mengeluarkan bunyi alarm. Para petugas akan bergegas siaga untuk melihat apa yang terjadi. Sejumlah kamera mengirimkan setiap peristiwa disana keruang pengawas. Disetiap pilar area parkir terdapat tombol alarm yang bisa ditekan pada saat ada pencurian mobil. Yang bisa masuk ke lahan parkir itu hanya pengendara mobil atau pejalan kaki yang dilengkapi kartu parkir dengan kode batang (Barcode).
06. Fort Knox
Inilah gudang emas batangan Amerika Serikat yang terletak dikawasan militer Kentucky, AS, dan dijaga oleh ratusan tentara. Jumlah emas batangan yang ada disini masih rahasia, yang jelas miliaran dolar nilainya. Selain emas batangan, gedung berlantai dua dari baja, beton, dan granit ini diduga menyimpan sejumlah barang berharga lainnya, misalnya salinan naskah asli Magna Charta dari Inggris. Untuk masuk ke gudang ini harus melalui pintu seberat 20 ton. Kuncinya berupa kombinasi angka dan tak sembarang orang tahu. Para pegawai memiliki kode rahasia sendiri yang satu sama lain berbeda. Fort Knox dilengkapi sistim pembangkit tenaga listrik dan instalasi pengairan sendiri.
07. Area 51
Berlokasi di kawasan tengah gurun Nevada, AS, Area 51 dijaga ketat. Papan peringatan, sensor pendeteksi gerakan, jeep-jeep militer berderet dan helikopter yang senantiasa berputar-putar menjadi pelindungnya. Lalu, apa yang dijaga disini ??? menurut kabar burung, disini sedang diteliti UFO dan mayat makhluk luar angkasa. Akan tetapi bagi militer AS tidak ada yang tidak bernilai untuk dijaga. Di kompleks ini juga sedang dikembangkan sejumlah pesawat udara dan pesawat tak berawak, seperti pesawat pembom pengintai atau pesawat spionase U2.
08. Data Fortress
Konon semakin banyak birokrasi semakin banyak juga data2 personalia. Nah bagaimana melindungi data2 itu? terlebih untuk mereka yang berkategori rahasia, seperti petugas intelijen? Di pegunungan Alpen Swiss ada bunker “data fortress” yang sangat aman dibawah pengawasan tentara.
Bunker ini dikelola oleh perusahaan Mount 10 yang bekerja sama dengan militer. Sejumlah bank, lembaga keuangan, perusahaan asuransi kesehatan, pabrik mobil, dan asuransi umum menyimpan data-data paling rentan mereka di tempat yang diakui paling aman dari bencana ini.
Nasabah bisa mengakses datanya dari luar memakai sistim satelit yang dilindungi. Data fortress terdapat ditengah kompleks militer. Untuk masuk harus melewati sejumlah aturan. Bunker bawah tanah ini juga dijamin aman dari bom nuklir dan memiliki sistim pembangkit listrik sendiri.
09. Florence PrisonFlorence Prison
Penjara di Colorado, AS ini menampung 400 tahanannya dibalik 1.000 pintu-pintu baja yang dikendalikan dari jarak jauh. Selama 23 jam sehari para tahanan berada di sel mereka. Detektor yang akan bereaksi oleh gerakan akan mengawasi para napi. Itu masih ditambah dengan gerombolan anjing-anjing pelacak.
10. Air Force One
Dua pesawat terbang merek Boeing 747-200B diubah menjadi dua istana terbang kepresidenan. Dari pesawat semacam ini Presiden AS bisa mengendalikan negaranya jika suatu saat negara diserang musuh. Semua peralatan komunikasi kedap suara, dan setiap kabel aman terhadap sinyal elektromagnetik yang berasal dari ledakan bom.
Roket-roket yang mengancam keselamatannya akan dikecohkan oleh awan yang terbuat dari tali baja. Sementara roket berpemandu inframerah dibelokkan dengan obor-obor api. Pada saat penerbangan, Air Force One bisa mengisi bahan bakar di udara. Dengan kapasitas tangki penuh ia bisa melayang-layang selama seminggu penuh. (Whs)
Sepuluh Kota Mati Yang Mengerikan di Dunia
Sepuluh Kota Mati Yang Mengerikan di Dunia
Berikut ini adalah beberapa kota yang tidak berpenduduk sama sekali yang dikarenakan berbagai bencana sehinggga kota tersebut ditinggalkan penduduknya, kota-kota mati ini antara lain :
1. KOLMANSKOP (Namibia) : Dikubur dalam Pasir
Kolmanskop adalah sebuah kota mati di selatan Namibia, beberapa kilometer dari pelabuhan Luderitz. Di tahun 1908 Luderitz mengalami demam berlian, dan orang-orang kemudian menuju ke padang pasir Namib untuk mendapatkan kekayaan dengan mudah. Dalam dua tahun terciptalah sebuah kota yang megah lengkap dengan segala prasarananya seperti kasino, sekolah, rumah sakit, juga dengan bangunan tempat tinggal yang eksklusif yang berdiri di lahan yang dulunya tandus dan merupakan padang pasir.
Tetapi setelah perang dunia pertama, jual beli berlian menjadi terhenti, ini merupakan permulaan berakhirnya semuanya. Sepanjang tahun 1950 kota mulai ditinggalkan, pasir mulai meminta kembali apa yang menjadi miliknya. Papan metal yang kokoh roboh, kebun yang cantik dan jalanan yang rapi dikubur dibawah pasir, jendela dan pintu bergeretak pada setiap engselnya, kaca-kaca jendela terpecah membelalak seperti menunjukan kehancuran pada hamparan pasir yang menjulang.
Sebuah kota mati baru telah dilahirkan, sampai saat ini masih nampak sepasang banguna yang berdiri, juga terdapat bangunan seperti sebuah teater masih dalam kondisi yang sangat baik, dan sisanya, rumah-rumah tersebut hancur digerus pasir dan menjadi deretan rumah-rumah hantu yang menakutkan.
2. PRYPIAT (Ukraine): Rumah para pekerja Chernobyl
Prypiat adalah sebuah kota besar di daerah terasing di Ukraina Utara, merupakan daerah perumahan para pekerja kawasan nuklir Chernobyl. Kawasan ini mati sejak terjadinya bencana nuklir Chernobyl yang menelan hamper 50.000 jiwa. Setelah kejadian, lokasi ini praktis seperti sebuah museum, menjadi bagian dari sejarah Soviet. Bangunan apartement (empat merupakan bangunan yang belum sempat ditempati), kolam renang, rumah sakit, dan banyak bangunan yang lain hancur. Dan semua isi yang terdapat dalam bangunan tersebut dibiarkan ada di dalamnya, seperti arsip, TV, mainan anak-anak, meubel, barang berharga, pakaian dan lain-lain semua seperti kebanyakan milik keluarga-keluarga pada umumnya.
Penduduk hanya boleh mengambil dokumen penting, buku dan pakaian yang tidak terkontaminasi oleh nuklir. Namun sejak abad 21, tidak lagi ada barang berharga yang tertinggal, bahkan tempat duduk dikamar kecilpun dibawa oleh para penjarah, banyak dari bangunan yang isinya dirampok dari tahun ke tahun. Bangunan yang tidak lagi terawat, dengan atap yang bocor, dan bagian dalam bangunan yang tergenang air di musim hujan, semakin membuat kota tersebut benar-benar menjadi kota mati. Kita bisa melihat pohon yang tumbuh di atap rumah, pohon yang tumbuh di dalam rumah.
3. SAN ZHI (Taiwan): Tempat peristirahatan yang futuristik
Disebelah Utara Taiwan, terdapat sebuah kampong yang futuristic, pada awalnya dibangun sebagai sebuah tempat peristirahatan yang mewah bagi kaum kaya. Bagaimanapun, setelah terjadi banyak kecelakaan yang fatal pada masa pembangunannya akhirnya proyek tersebut dihentikan. Setelah mengalami kesulitan dana dan kesulitan para pekerja yang mau mengerjakan proyek tersebut akhirnya pembangunan resort tersebut benar-benar dihentikan ditengah jalan. Desas-desus kemudian bermunculan, banyak yang bilang kawasan kampung tersebut menjadi tempat tinggal para hantu, dari mereka yang sudah meninggal.
4. CRACO (Italy): Kota pertengahan yang mempesona
Craco terletak didaerah Basilicata dan provinsi Matera sekitar 25 mil dari teluk Taranto. Kota pertengahan ini mempunyai area yang khas dengan dipenuhi bukit yang berombak-ombak dan hamparan pertanian gandum serta tanaman pertanian lainnya. Ditahun 1060 ketika kepemilikan lahan Craco dimiliki oleh uskup Arnaldo pimpinan keuskupan Tricarico. Hubungan yang berjalan lama dengan gereja membawa pengaruh yang banyak kepada seluruh penduduk. Di tahun 1891 populasi penduduk Craco lebih dari 2000 orang, waktu itu mereka banyak dilanda permasalahan social dan kemiskinan yang banyak membuat mereka putus asa, antara tahun 1892 dan 1922 sekitar 1300 orang pindah ke Amerika Utara. Kondisi pertanian yang buruk ditambah dengan bencana alam gempa bumi, tanah longsor serta peperangan inilah yang menyebabkan mereka bermigrasi massal.
Antara tahun 1959 dan 1972 Craco kembali diguncang gempa dan tanah longsor. Di tahun 1963 sisa penduduk sekitar 1300 orang akhirnya dipindahkan ke suatu lembah dekat Craco Peschiera, dan sampai sekarang Craco yang asli masih tertinggal dalam keadaan hancur dan menyisakan kebusukan sisa-sisa peninggalan penduduknya.
5. ORADOUR-SUR-GLANE (France): the horror of WWII
Perkampung
Berikut ini adalah beberapa kota yang tidak berpenduduk sama sekali yang dikarenakan berbagai bencana sehinggga kota tersebut ditinggalkan penduduknya, kota-kota mati ini antara lain :
1. KOLMANSKOP (Namibia) : Dikubur dalam Pasir
Kolmanskop adalah sebuah kota mati di selatan Namibia, beberapa kilometer dari pelabuhan Luderitz. Di tahun 1908 Luderitz mengalami demam berlian, dan orang-orang kemudian menuju ke padang pasir Namib untuk mendapatkan kekayaan dengan mudah. Dalam dua tahun terciptalah sebuah kota yang megah lengkap dengan segala prasarananya seperti kasino, sekolah, rumah sakit, juga dengan bangunan tempat tinggal yang eksklusif yang berdiri di lahan yang dulunya tandus dan merupakan padang pasir.
Tetapi setelah perang dunia pertama, jual beli berlian menjadi terhenti, ini merupakan permulaan berakhirnya semuanya. Sepanjang tahun 1950 kota mulai ditinggalkan, pasir mulai meminta kembali apa yang menjadi miliknya. Papan metal yang kokoh roboh, kebun yang cantik dan jalanan yang rapi dikubur dibawah pasir, jendela dan pintu bergeretak pada setiap engselnya, kaca-kaca jendela terpecah membelalak seperti menunjukan kehancuran pada hamparan pasir yang menjulang.
Sebuah kota mati baru telah dilahirkan, sampai saat ini masih nampak sepasang banguna yang berdiri, juga terdapat bangunan seperti sebuah teater masih dalam kondisi yang sangat baik, dan sisanya, rumah-rumah tersebut hancur digerus pasir dan menjadi deretan rumah-rumah hantu yang menakutkan.
2. PRYPIAT (Ukraine): Rumah para pekerja Chernobyl
Prypiat adalah sebuah kota besar di daerah terasing di Ukraina Utara, merupakan daerah perumahan para pekerja kawasan nuklir Chernobyl. Kawasan ini mati sejak terjadinya bencana nuklir Chernobyl yang menelan hamper 50.000 jiwa. Setelah kejadian, lokasi ini praktis seperti sebuah museum, menjadi bagian dari sejarah Soviet. Bangunan apartement (empat merupakan bangunan yang belum sempat ditempati), kolam renang, rumah sakit, dan banyak bangunan yang lain hancur. Dan semua isi yang terdapat dalam bangunan tersebut dibiarkan ada di dalamnya, seperti arsip, TV, mainan anak-anak, meubel, barang berharga, pakaian dan lain-lain semua seperti kebanyakan milik keluarga-keluarga pada umumnya.
Penduduk hanya boleh mengambil dokumen penting, buku dan pakaian yang tidak terkontaminasi oleh nuklir. Namun sejak abad 21, tidak lagi ada barang berharga yang tertinggal, bahkan tempat duduk dikamar kecilpun dibawa oleh para penjarah, banyak dari bangunan yang isinya dirampok dari tahun ke tahun. Bangunan yang tidak lagi terawat, dengan atap yang bocor, dan bagian dalam bangunan yang tergenang air di musim hujan, semakin membuat kota tersebut benar-benar menjadi kota mati. Kita bisa melihat pohon yang tumbuh di atap rumah, pohon yang tumbuh di dalam rumah.
3. SAN ZHI (Taiwan): Tempat peristirahatan yang futuristik
Disebelah Utara Taiwan, terdapat sebuah kampong yang futuristic, pada awalnya dibangun sebagai sebuah tempat peristirahatan yang mewah bagi kaum kaya. Bagaimanapun, setelah terjadi banyak kecelakaan yang fatal pada masa pembangunannya akhirnya proyek tersebut dihentikan. Setelah mengalami kesulitan dana dan kesulitan para pekerja yang mau mengerjakan proyek tersebut akhirnya pembangunan resort tersebut benar-benar dihentikan ditengah jalan. Desas-desus kemudian bermunculan, banyak yang bilang kawasan kampung tersebut menjadi tempat tinggal para hantu, dari mereka yang sudah meninggal.
4. CRACO (Italy): Kota pertengahan yang mempesona
Craco terletak didaerah Basilicata dan provinsi Matera sekitar 25 mil dari teluk Taranto. Kota pertengahan ini mempunyai area yang khas dengan dipenuhi bukit yang berombak-ombak dan hamparan pertanian gandum serta tanaman pertanian lainnya. Ditahun 1060 ketika kepemilikan lahan Craco dimiliki oleh uskup Arnaldo pimpinan keuskupan Tricarico. Hubungan yang berjalan lama dengan gereja membawa pengaruh yang banyak kepada seluruh penduduk. Di tahun 1891 populasi penduduk Craco lebih dari 2000 orang, waktu itu mereka banyak dilanda permasalahan social dan kemiskinan yang banyak membuat mereka putus asa, antara tahun 1892 dan 1922 sekitar 1300 orang pindah ke Amerika Utara. Kondisi pertanian yang buruk ditambah dengan bencana alam gempa bumi, tanah longsor serta peperangan inilah yang menyebabkan mereka bermigrasi massal.
Antara tahun 1959 dan 1972 Craco kembali diguncang gempa dan tanah longsor. Di tahun 1963 sisa penduduk sekitar 1300 orang akhirnya dipindahkan ke suatu lembah dekat Craco Peschiera, dan sampai sekarang Craco yang asli masih tertinggal dalam keadaan hancur dan menyisakan kebusukan sisa-sisa peninggalan penduduknya.
5. ORADOUR-SUR-GLANE (France): the horror of WWII
Perkampung
Kiper Terbaik Sepanjang Masa
Kiper Terbaik Sepanjang Masa
Didalam permainan sepakbola, posisi kiper memang bisa dikatakan posisi yang kurang menarik perhatian jika dibandingkan posisi yang lain misal penyerang atau Gelandang. Tetapi kita jangan lupa bahwa sebuah tim jika tidak adanya kiper atau penjaga gawang yang bagus bisa membuat pertahanan / Pemain belakang menjadi was-was, dengan adanya penjaga gawang pemain belakang lebih merasa aman menjaga daerahnya masing.
Begitu juga jika suatu tim dengan penyerangannya sangat tajam jika tidak ada penjaga gawang atau kiper yang bagus maka sama juga bunuh diri. Jadi posisi penjaga gawang atau kiper memang sangat penting, sama fungsinya seperti Pemain Belakang, Pemain Tengah atau Pemain Depan.
Kriteria utama seorang kiper ditentukan prestasi yang diraih bersama klub, penghargaan individual, dan juga kehebatan mencegah terjadinya gol di gawang mereka. Ini daftar kiper atau penjaga gawang terbaik sepanjang sejarah sepakbola.
• Dida (Brasil) : Prestasi yang ditoreh dengan club AC Milan dan Tim Masional brazil memberikan bukti bahwa Dida merupakan salah satu kiper hebat. Dida juga termasuk dalam kandidat peraih Ballon d'Or di tahun 2003 dan 2005. Kadang Dida juga sering melakukan blunder ..
• Dino Zoff (Italia) : Piala Dunia 1982 menjadi puncak prestasi Zoff. Di usianya yang ke-40, ia menjadi pemain tertua yang memenangkan Piala Dunia. Di jajak pendapat untuk mencari kiper terbaik di abad ke-20 yang dilaksanakan oleh Federasi Internasional Statistik dan Sejarah Sepakbola (IFFHS), Zoff berada di posisi ketiga di bawah Lev Yashin (Uni Soviet) dan Gordon Banks (Inggris).
• Edwin van der Sar (Belanda) : Postus jangkung, tinggi itulah sosok Edwin Van der Sar, Tim yang dibela selalu menjadi langanan juara (Ajax, Juventus dan MU) Ia juga menjadi pemain yang paling banyak membela tim nasional Belanda dengan tampil sebanyak 128 kali dan akhirnya pensiun setelah Euro 2008.
• Gianluigi Buffon (Italia) : Salah satu kiper favorit saya, menjadi kiper termahal di dunia menjadi bukti kepiawaian Buffon menjaga gawang di lapangan hijau. Saat di Piala Dunia 2006, gawangnya tidak tertembus satu gol pun selama 453 menit hingga akhirnya Azzurri menjadi juara dan Buffon mendapatkan Lev Yashin Award sebagai kiper terbaik selama turnamen tersebut.
• Gordon Banks (Inggris) : Banks menjadi pilihan pertama manajer Inggris Sir Alf Ramsey saat Three Lions menjuarai Piala Dunia 1966. Aksi yang dilakukan saat memblok tandukan Pele, menjadi buah bibir media-media inggris bahkan dunia.
• Iker Casillas (Spanyol) : tampil lebih dari 300 kali bagi Real Madrid dan menjadi kiper kedua yang bermain paling banyak bagi tim nasional Spanyol setelah Andoni Zubizarreta. Saat Spanyol menjuarai Euro 2008, Casillas menjadi kiper pertama yang menjadi kapten di tim juara turnamen Eropa.
• Lev Yashin (Uni Soviet) : Pemain legendaris ini merupakan kiper yang berada di urutan paling atas dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh IFFHS. Yashin terpilih berkat kemampuan atletisnya dan juga postur tubuhnya yang membuat gentar para pemain penyerang lawan. Ia mendapat julukan Laba-Laba Hitam karena selalu mengenakan kostum hitam dan juga karena keahliannya menepis tembakan lawan seolah-olah membuatnya memiliki delapan tangan. Pemakaian namanya oleh FIFA untuk penghargaan bagi kiper terbaik di setiap Piala Dunia merupakan pengakuan insan sepakbola dunia terhadap prestasinya.
• Peter Schmeichel (Denmark) : Tinggi besar, rambut pirang, dan hidung merah. Tiga hal tersebut adalah hal yang selalu tampil di ingatan bila nama Schmeichel disebut. Namun bagi para striker yang menjadi lawan Manchester United dan tim nasional Denmark, The Great Dane itu menjadi tembok raksasa yang tak dapat ditembus.
• Petr Cech (Republik Ceko) : Kiper yang sangat dingin, dengan postur yg ideal Cech menjadi salah satu kiper terbaik dunia. Kelebihan Cech bukan hanya kepada bola-bola atas, kiper satu ini memiliki semua skill yang komplit sebagai seorang kiper kelas dunia.
• Rinat Dasayev (Uni Soviet) : Bila tidak ada trio Belanda Ruud Gullit, Frank Rijkaard, dan Marco van Basten, bisa jadi tim Uni Soviet yang akan menjadi juara di Euro 1988. Dasayev tampil cemerlang selama berlangsungnya turnamen di Jerman, dan hanya Gullit dan tendangan volley van Basten yang mampu mematahkan perlawanan Soviet di final. Dasayev yang dijuluki "Tirai Besi" dianggap sebagai kiper terbaik kedua di Rusia setelah Yashin. Ia tampil di tiga Piala Dunia dan bermain sebanyak 91 kali bagi tim nasional Soviet hingga pensiun di tahun 1990.
Didalam permainan sepakbola, posisi kiper memang bisa dikatakan posisi yang kurang menarik perhatian jika dibandingkan posisi yang lain misal penyerang atau Gelandang. Tetapi kita jangan lupa bahwa sebuah tim jika tidak adanya kiper atau penjaga gawang yang bagus bisa membuat pertahanan / Pemain belakang menjadi was-was, dengan adanya penjaga gawang pemain belakang lebih merasa aman menjaga daerahnya masing.
Begitu juga jika suatu tim dengan penyerangannya sangat tajam jika tidak ada penjaga gawang atau kiper yang bagus maka sama juga bunuh diri. Jadi posisi penjaga gawang atau kiper memang sangat penting, sama fungsinya seperti Pemain Belakang, Pemain Tengah atau Pemain Depan.
Kriteria utama seorang kiper ditentukan prestasi yang diraih bersama klub, penghargaan individual, dan juga kehebatan mencegah terjadinya gol di gawang mereka. Ini daftar kiper atau penjaga gawang terbaik sepanjang sejarah sepakbola.
• Dida (Brasil) : Prestasi yang ditoreh dengan club AC Milan dan Tim Masional brazil memberikan bukti bahwa Dida merupakan salah satu kiper hebat. Dida juga termasuk dalam kandidat peraih Ballon d'Or di tahun 2003 dan 2005. Kadang Dida juga sering melakukan blunder ..
• Dino Zoff (Italia) : Piala Dunia 1982 menjadi puncak prestasi Zoff. Di usianya yang ke-40, ia menjadi pemain tertua yang memenangkan Piala Dunia. Di jajak pendapat untuk mencari kiper terbaik di abad ke-20 yang dilaksanakan oleh Federasi Internasional Statistik dan Sejarah Sepakbola (IFFHS), Zoff berada di posisi ketiga di bawah Lev Yashin (Uni Soviet) dan Gordon Banks (Inggris).
• Edwin van der Sar (Belanda) : Postus jangkung, tinggi itulah sosok Edwin Van der Sar, Tim yang dibela selalu menjadi langanan juara (Ajax, Juventus dan MU) Ia juga menjadi pemain yang paling banyak membela tim nasional Belanda dengan tampil sebanyak 128 kali dan akhirnya pensiun setelah Euro 2008.
• Gianluigi Buffon (Italia) : Salah satu kiper favorit saya, menjadi kiper termahal di dunia menjadi bukti kepiawaian Buffon menjaga gawang di lapangan hijau. Saat di Piala Dunia 2006, gawangnya tidak tertembus satu gol pun selama 453 menit hingga akhirnya Azzurri menjadi juara dan Buffon mendapatkan Lev Yashin Award sebagai kiper terbaik selama turnamen tersebut.
• Gordon Banks (Inggris) : Banks menjadi pilihan pertama manajer Inggris Sir Alf Ramsey saat Three Lions menjuarai Piala Dunia 1966. Aksi yang dilakukan saat memblok tandukan Pele, menjadi buah bibir media-media inggris bahkan dunia.
• Iker Casillas (Spanyol) : tampil lebih dari 300 kali bagi Real Madrid dan menjadi kiper kedua yang bermain paling banyak bagi tim nasional Spanyol setelah Andoni Zubizarreta. Saat Spanyol menjuarai Euro 2008, Casillas menjadi kiper pertama yang menjadi kapten di tim juara turnamen Eropa.
• Lev Yashin (Uni Soviet) : Pemain legendaris ini merupakan kiper yang berada di urutan paling atas dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh IFFHS. Yashin terpilih berkat kemampuan atletisnya dan juga postur tubuhnya yang membuat gentar para pemain penyerang lawan. Ia mendapat julukan Laba-Laba Hitam karena selalu mengenakan kostum hitam dan juga karena keahliannya menepis tembakan lawan seolah-olah membuatnya memiliki delapan tangan. Pemakaian namanya oleh FIFA untuk penghargaan bagi kiper terbaik di setiap Piala Dunia merupakan pengakuan insan sepakbola dunia terhadap prestasinya.
• Peter Schmeichel (Denmark) : Tinggi besar, rambut pirang, dan hidung merah. Tiga hal tersebut adalah hal yang selalu tampil di ingatan bila nama Schmeichel disebut. Namun bagi para striker yang menjadi lawan Manchester United dan tim nasional Denmark, The Great Dane itu menjadi tembok raksasa yang tak dapat ditembus.
• Petr Cech (Republik Ceko) : Kiper yang sangat dingin, dengan postur yg ideal Cech menjadi salah satu kiper terbaik dunia. Kelebihan Cech bukan hanya kepada bola-bola atas, kiper satu ini memiliki semua skill yang komplit sebagai seorang kiper kelas dunia.
• Rinat Dasayev (Uni Soviet) : Bila tidak ada trio Belanda Ruud Gullit, Frank Rijkaard, dan Marco van Basten, bisa jadi tim Uni Soviet yang akan menjadi juara di Euro 1988. Dasayev tampil cemerlang selama berlangsungnya turnamen di Jerman, dan hanya Gullit dan tendangan volley van Basten yang mampu mematahkan perlawanan Soviet di final. Dasayev yang dijuluki "Tirai Besi" dianggap sebagai kiper terbaik kedua di Rusia setelah Yashin. Ia tampil di tiga Piala Dunia dan bermain sebanyak 91 kali bagi tim nasional Soviet hingga pensiun di tahun 1990.
Berikut 10 daftar Pemain Sepakbola Termahal
Berikut 10 daftar Pemain Sepakbola Termahal
1. Cristiano Ronaldo, dari Manchester United ke Real Madrid (2009), 80 juta poundsterling
2. Zinedine Zidane, dari Juventus ke Real Madrid (2001), 75 juta euro
3. Kaka, AC Milan ke Real Madrid (2009), 67.5 juta euro
4. Luis Figo, Barcelona ke Real Madrid (2000), 61 juta euro
5. Hernan Crespo, Parma ke Lazio (2000), 56 juta euro
6. Gaizka Mendieta, Valencia ke Lazio (2001), 48 juta euro
7. Rio Ferdinand, Leeds United ke Manchester United (2002), 47 juta euro
8. Andrey Shevchenko, AC Milan ke Chelsea (2006), 46 juta euro
9. Juan Sebastian Veron, Lazio ke Manchester United (2001), 46 juta euro
10. Ronaldo, Inter Milan ke Real Madrid (2002), 45 juta euro
harga dr pemain2 nie sm dgan kapasitasx......
sperti yg lg hot2nya,CR9 yg bermain konsisten di real madrid dan jg menyatu dgan permainan real madrid
tp ad jg pemain yg krang bersinar.....
yaitu andrey shevcenko....
brmain dgan sgt bgus di ac milan...
tp trxta di chelsea sheva kalah bersaing dgan striker laenx....
akhirx sheva dibuang kmbali ke ac milan tetapi di ac milan,di kalah saing dgan pato,inzaghi.....
akhirnya,sheva memutuskan kmbali ke kampung halamannya...
1. Cristiano Ronaldo, dari Manchester United ke Real Madrid (2009), 80 juta poundsterling
2. Zinedine Zidane, dari Juventus ke Real Madrid (2001), 75 juta euro
3. Kaka, AC Milan ke Real Madrid (2009), 67.5 juta euro
4. Luis Figo, Barcelona ke Real Madrid (2000), 61 juta euro
5. Hernan Crespo, Parma ke Lazio (2000), 56 juta euro
6. Gaizka Mendieta, Valencia ke Lazio (2001), 48 juta euro
7. Rio Ferdinand, Leeds United ke Manchester United (2002), 47 juta euro
8. Andrey Shevchenko, AC Milan ke Chelsea (2006), 46 juta euro
9. Juan Sebastian Veron, Lazio ke Manchester United (2001), 46 juta euro
10. Ronaldo, Inter Milan ke Real Madrid (2002), 45 juta euro
harga dr pemain2 nie sm dgan kapasitasx......
sperti yg lg hot2nya,CR9 yg bermain konsisten di real madrid dan jg menyatu dgan permainan real madrid
tp ad jg pemain yg krang bersinar.....
yaitu andrey shevcenko....
brmain dgan sgt bgus di ac milan...
tp trxta di chelsea sheva kalah bersaing dgan striker laenx....
akhirx sheva dibuang kmbali ke ac milan tetapi di ac milan,di kalah saing dgan pato,inzaghi.....
akhirnya,sheva memutuskan kmbali ke kampung halamannya...
15 daftar Pemain Belakang /Bek Paling Produktif
Berikut 15 daftar Pemain Belakang /Bek Paling Produktif
01. Ronald Koeman (Nederland), Match 533 (1980 – 1997) Gol : 193
02. Daniel Alberto Passarella (Argentina), Match - 451 (1974 – 1989) Gol : 134
03. Fernando Hierro (Spanyol), Match - 541 (1987 – 2005) Gol : 110
04. Egardo Bauza (Argentina), Match - 499 (1977 – 1992) Gol : 108
05. Paul Breitner (Deutschland), Match - 369 (1970 – 1983) Gol : 103
06. Laurent Blanc (France), Match - 500 (1987 – 2003) Gol : 95
07. José Rafael Albrecht (Argentina), Match - 506 (1960 – 1977) Gol : 95
08. Gary Lloyd (Wales), Match - 515 (1992 – 2009) Gol : 90
09. Frank Sauzée (France), Match - 483 (1983 – 2002) Gol : 89
10. Juan Domingo Antonio Rocchia (Argentina), Match - 396 (1970 – 1983) Gol : 86
11. Derk Schneider (Nederland), Match - 451 (1965 – 1983) Gol : 80
12. Bernard Dietz (Deutschland), Match - 495 (1970 – 1987) Gol : 77
13. Adriaan Mansveld (Nederland), Match - 505 (1964 – 1982) Gol : 77
14. Manfred Kaltz (Deutschland), Match - 594 (1971 – 1990) Gol : 77
15. Enzo Héctor Trossero (Argentina), Match - 518 (1972 – 1987) Gol : 76
Ronald Koeman sebagai mana kita tahu dengan tendangan geledeknya, sewaktu masih membela Barcelona atau Tim Nas. Belanda keahliannya dalam mengambil free kick sangat ditakuti oleh kiper manapun, F. Hierro dan Laurent Blanc sama sama kapten yang kharismatik, dengan kemampuan bola udara yang sangat bagus.
Biasanya para pemain bertahan membuat gol dengan cara headingnya yg menakutkan....
Biasanya pemain2 bertahan yg jangkung menggunakn posturnya yg tnggi......
01. Ronald Koeman (Nederland), Match 533 (1980 – 1997) Gol : 193
02. Daniel Alberto Passarella (Argentina), Match - 451 (1974 – 1989) Gol : 134
03. Fernando Hierro (Spanyol), Match - 541 (1987 – 2005) Gol : 110
04. Egardo Bauza (Argentina), Match - 499 (1977 – 1992) Gol : 108
05. Paul Breitner (Deutschland), Match - 369 (1970 – 1983) Gol : 103
06. Laurent Blanc (France), Match - 500 (1987 – 2003) Gol : 95
07. José Rafael Albrecht (Argentina), Match - 506 (1960 – 1977) Gol : 95
08. Gary Lloyd (Wales), Match - 515 (1992 – 2009) Gol : 90
09. Frank Sauzée (France), Match - 483 (1983 – 2002) Gol : 89
10. Juan Domingo Antonio Rocchia (Argentina), Match - 396 (1970 – 1983) Gol : 86
11. Derk Schneider (Nederland), Match - 451 (1965 – 1983) Gol : 80
12. Bernard Dietz (Deutschland), Match - 495 (1970 – 1987) Gol : 77
13. Adriaan Mansveld (Nederland), Match - 505 (1964 – 1982) Gol : 77
14. Manfred Kaltz (Deutschland), Match - 594 (1971 – 1990) Gol : 77
15. Enzo Héctor Trossero (Argentina), Match - 518 (1972 – 1987) Gol : 76
Ronald Koeman sebagai mana kita tahu dengan tendangan geledeknya, sewaktu masih membela Barcelona atau Tim Nas. Belanda keahliannya dalam mengambil free kick sangat ditakuti oleh kiper manapun, F. Hierro dan Laurent Blanc sama sama kapten yang kharismatik, dengan kemampuan bola udara yang sangat bagus.
Biasanya para pemain bertahan membuat gol dengan cara headingnya yg menakutkan....
Biasanya pemain2 bertahan yg jangkung menggunakn posturnya yg tnggi......
biografi Rio Ferdinand
selain Michael Carrick , aku juga suka Rio Ferdinand
Rio Ferdinand R Ferdinand.jpg
Personal information
Full name Rio Gavin Ferdinand
Date of birth 7 November 1978 (1978-11-07) (age 31)
Place of birth Peckham, London, England
Height 6 ft 2.5 in (1.89 m)[1]
Playing position Centre back
Club information
Current club Manchester United
Number 5
Youth career
Eltham Town
1988–1990 Millwall[2]
1990–1993 Queens Park Rangers
1993–1995 West Ham United
Senior career*
Years Team Apps† (Gls)†
1995–2000 West Ham United 127 (2)
1996 → Bournemouth (loan) 10 (0)
2000–2002 Leeds United 54 (2)
2002– Manchester United 212 (6)
National team‡
1997–2000 England U21 5 (0)
1997– England 76 (3)
* Senior club appearances and goals counted for the domestic league only and correct as of 13:38, 17 October 2009 (UTC).
† Appearances (Goals).
‡ National team caps and goals correct as of 15:34, 14 October 2009 (UTC)
Rio Gavin Ferdinand (born 7 November 1978) is an English footballer. He plays at centre back for Manchester United in the Premier League and at the international level for the England national football team. He has achieved 70 caps for the English national team while being selected for three FIFA World Cup squads. He is currently the vice-captain of the England national team and stand-in captain for Manchester United.
Known for his physical presence and composure on the ball,[3] Ferdinand began his football career playing for various youth teams, finally settling at West Ham United where he progressed through the youth ranks and made his professional Premier League debut in 1996. He became a fan favourite, winning the 'Hammer of the Year award' the following season. He earned his first senior international cap in a match against Cameroon in 1997, setting a record as the youngest defender to play for England at the time. His achievements and footballing potential attracted Leeds United and he transferred to the club for a record-breaking fee of £18 million. He spent two seasons at the club, becoming the team captain in 2001.
He joined Manchester United in July 2002 for around £30 million, breaking the transfer fee record once more. He won the Premier League, his first major club honour, in a successful first season at the club. He missed a drugs test and was banned from competition for eight months, causing him to miss half a Premier League season and the Euro 2004 international competition. Upon his return, he established himself in the Manchester United first team and received plaudits for his performances, featuring in the PFA Team of the Year three times in four years. More club success followed with another Premier League win in the 2006–07 season and a Premier League and UEFA Champions League double the following year. His importance to the national team was underlined in March 2008 when Ferdinand captained England for the first time.
Ferdinand has two sons, Lorenz and Tate, with his wife Rebecca Ellison. He was born into a footballing family: brother Anton Ferdinand is also a centre back and former England international Les Ferdinand is his cousin. Off the pitch he is involved with music and television including the short-lived prank series Rio's World Cup Wind-Ups.
Contents
[hide]
* 1 Early life
o 1.1 Formative years and education
o 1.2 Youth team career
* 2 Senior career
o 2.1 West Ham United
o 2.2 Leeds United
o 2.3 Manchester United
* 3 International career
o 3.1 International goals
* 4 Honours
o 4.1 Club
+ 4.1.1 Manchester United
o 4.2 Individual
* 5 Career statistics
* 6 Outside of football
o 6.1 Personal life
o 6.2 Television, film and music
o 6.3 Driving offences
o 6.4 Homophobic remark
* 7 See also
* 8 References
* 9 External links
[edit] Early life
[edit] Formative years and education
Rio Gavin Ferdinand, born on 7 November 1978 in Peckham, London, is the son of Janice, a woman of mixed Irish and English heritage, and Julian Ferdinand, a St Lucian.[4][5] Ferdinand grew up on the Friary estate in Peckham and was part of a large family. Both his parents worked to support their family, his mother as a child carer while his father was a tailor. His parents never married and they separated when he was 14 years old. However, his father remained close, moving to a nearby estate, and he was keen to stay involved in his children's lives, taking them to football training and the local parks.[4][6] He attended Camelot primary school and was a boisterous child who numbered Mike Tyson and Diego Maradona among his heroes.[7]
Ferdinand had a good upbringing and was a happy child but he also had to learn to live without luxuries in poverty-stricken Peckham, a London borough where almost half the population is either poor or borderline poor.[8] Violent crime was a common occurrence in the area he lived. However, his parents drilled him with respectful instincts and he largely avoided the darker sides of the neighbourhood.[6] At school, he focused on maths and revelled in the opportunity to perform before an audience, portraying Bugsy Malone in a school play.[7] He also impressed his classmates with skill on the playground, constantly playing football, dreaming of turning professional and seeing new places.[6]
"I always as a kid wanted to do something different, I'd get bored very easily – even playing football or hanging around with my mates. So travelling away from home, meeting new people... I enjoyed it."[6]
He chose to attend Blackheath Blue Coats High School, a school somewhat distant from his house, in order to meet new friends and he settled in well, feeling his confidence growing.[4] His second year was marred by the death of a fellow pupil, Stephen Lawrence, and the event demonstrated the ever present threat of violence.[7] Ferdinand enjoyed physical expression, taking part in not just football and gymnastics classes but drama, theatre and ballet too.[6] He was an able child: by age ten he had been invited to train at the Queens Park Rangers F.C. academy and at age eleven he won a scholarship to attend the Central School of Ballet in London.[4] He avidly attended the ballet classes, travelling to the city centre four days a week for four years. However, while the lessons surely improved his balance, it was professional football that he desired.[6]
[edit] Youth team career
Ferdinand's superior footballing abilities were evident even as a child: when he was eleven years old a youth coach, David Goodwin, remarked "I'm going to call you Pelé, son, I like the way you play."[6] Ferdinand was regularly playing in youth teams and at Eltham Town he played as an attacking midfielder but team scouts saw the young player had the potential to be a centre back instead. Teams vied for the young footballer's services and during his youth he trained with Charlton Athletic, Chelsea, Millwall and Queens Park Rangers. Ferdinand was ever curious of different places and even travelled north to Middlesbrough's training ground, spending a good part of his school holidays in a bedsit just to be there.[6]
London team West Ham United was to be his footballing home, however, and he joined their youth system in 1992.[4] He signed his first Youth Training Scheme contract in January 1994 and played alongside players such as Frank Lampard at the academy.[6][9] Things were not just burgeoning at club level for Ferdinand; at 16 he joined the England youth team squad to compete in their age group's UEFA European Football Championship, gaining his first experience of international competition.[6]
[edit] Senior career
[edit] West Ham United
Originally scouted by Frank Lampard Sr., Ferdinand progressed through the youth team ranks, earning a professional contract and a place in the first team squad in the process.[6] On 5 May 1996, Ferdinand made his senior team debut as he came on as a substitute for Tony Cottee in the Hammers' last game of the season, a 1–1 home draw against Sheffield Wednesday.[6][10] In the 1997–98 season, Ferdinand won the Hammer of the Year award at the young age of 19.[11]
[edit] Leeds United
Ferdinand joined FA Premier League football club Leeds United in November 2000 for £18 million, then a British transfer record as well as becoming the world's most expensive defender. Despite an uncomfortable start to his career at Elland Road, beginning with a 3–0 defeat at Leicester CIty on his debut, Ferdinand settled well and became an integral part of the Leeds team that reached the semi-final stage of the UEFA Champions League, scoring with a header in the quarter-final against Spain's Deportivo La Coruña.[12] Other highlights during his brief spell in Yorkshire included goals against Liverpool at Anfield[13] and a scoring return to Upton Park.[14] The following season, in August 2001, he became the club captain and turned in an impressive second campaign, despite United's failure to break into the top four and secure qualification for the competition they had figured in so prominently during the previous season. During the 2002 FIFA World Cup, rumours began circulating that the club were in dire financial trouble and that new manager Terry Venables would be forced to part with his star defender for a substantial amount of cash. Later that summer, Leeds accepted a bid of £29.1 million
[edit] Manchester United
Ferdinand in a Manchester United shirt
On 22 July 2002, Ferdinand joined fellow Premier League side Manchester United on a five-year deal to become the most expensive British footballer in history, the world's most expensive defender again (a title he had lost in 2001 to Lilian Thuram). The fee included a basic element in the high twenty millions, and some conditional elements, which allowed Leeds to tell their fans that they were selling him for over thirty million. Leeds United later took a single payment in place of all the contingent elements when they were desperate for cash during their financial crisis. The final book value of Ferdinand's contract in Manchester United's accounts was £33 million.[15] This included agents' fees, with Leeds receiving just under £30 million. Ferdinand suffered from a lack of form at the start of his Manchester United career, particularly illustrated by his performance against Real Madrid in the Champions League and in a 1–0 defeat by his former club Leeds United at Elland Road.
In 2003, he failed to attend a drug test, claiming he had forgotten because he was preoccupied with moving houses and instead went shopping. The FA Disciplinary Committee chaired by Barry Bright imposed an eight month ban from January 2004 at club and international level and a £50,000 fine, meaning he would miss the rest of the league season and some of the next along with all of Euro 2004.[16] Manchester United appealed against the verdict and sought to draw parallels to the case of Manchester City player Christian Negouai, who was fined £2,000 for missing a test. However, FIFA president Sepp Blatter stated that such comparisons are inappropriate due to differences between the two cases. Negouai had been stuck in traffic and was willing to take the test, while Ferdinand was charged with "failure or refusal" to attend the test.[17] Both the FA and FIFA sought to have the ban increased to 12 months (half the possible maximum). In the end, the original verdict was upheld.[18]
Ferdinand celebrating a goal with teammate Cristiano Ronaldo
Ferdinand went on to win the Premier League title with Manchester United in his first season. He has also collected a winner's medal in the 2006 League Cup, with runners-up medals in the 2003 League Cup and the 2005 FA Cup.
On 14 December 2005, in a game against Wigan Athletic, Ferdinand scored his first goal for United, en route to a 4–0 victory. This was his first goal after more than three years at Old Trafford. He followed this up with a powerfully headed goal against West Bromwich Albion. He then scored a last minute winner against Liverpool at Old Trafford, possibly his most important Manchester United goal to date. In the corresponding fixture in the following season on 22 October 2006, Rio scored again in a 2–0 victory.
Following impressive and consistent performances in the league, Rio Ferdinand was named in the 2006–07 PFA Premiership Team of the Season alongside seven of his fellow Manchester United teammates.[19]
Ferdinand started the 2007–08 season well, he was part of a United defence that managed to keep six clean sheets in a row in the Premier League, before conceding an early goal to Aston Villa at Villa Park on 20 October 2007. It was also during this game where Ferdinand scored his first goal of the season, which was United's third goal of that game, with a left foot strike which took a very strong deflection off one of Villa's defenders. Just three days later, Ferdinand scored his first European goal for United by opening the scoring against Dynamo Kyiv, with a superb header. United dominated the game and won 4–2.
Ferdinand with Olof Mellberg in a match against Juventus
On 12 January 2008 Ferdinand bagged a rare Premier League goal in a 6–0 hammering of Newcastle United at Old Trafford.
In their FA Cup quarter-final match against Portsmouth on 8 March 2008 when Manchester United dominated, Ferdinand made a rare appearance as a goalkeeper, after Edwin van der Sar left the pitch with a groin injury and the replacement keeper, Tomasz Kuszczak, was sent off after conceding a penalty. Despite diving the right way, he was unable to save Sulley Muntari's spot kick, and Manchester United were eliminated from the FA Cup.[20]
On 6 April 2008, against Middlesbrough, Ferdinand limped out of the match due to a foot injury. He was rated doubtful whether he would face A.S. Roma in the UEFA Champions League quarter-final second leg on 9 April 2008. He would play the full 90 minutes, though he received three stitches at half-time.[21]
Ferdinand as captain during the 2008–09 Champions League semi-final.
After United's 2–1 loss to Chelsea in the Premier League in April 2008 Ferdinand, angry at the defeat, swore at Chelsea stewards and tried to kick a wall in the tunnel, but instead kicked a female steward, Tracy Wray. Ferdinand claimed to have merely brushed her with his foot.[22] Ferdinand said he apologised and sent the steward some flowers. However Wray disagreed and in the The Sun she showed the large bruise on her leg caused by Ferdinand 'brushing her with his foot'. Her husband also claimed that Ferdinand did not apologise or send flowers.[23]
It was announced on 16 April 2008 that, along with Michael Carrick and Wes Brown, Ferdinand had agreed to sign a new five-year contract, worth around £130,000 a week, which would keep him with United until 2013. The contract was finally signed on 15 May 2008.[24]
On 21 May 2008, Ferdinand captained Manchester United to a Champions League Final victory versus Chelsea.[25] He accepted the trophy together with Ryan Giggs, as Giggs was the on field captain for most of the matches during that season during Gary Neville's absence due to injury.
In an interview with BBC Radio 5 Live he criticised FIFA's approach to tackling racism in football, stating that not enough was being done to punish those guilty of homophobic or racist abuse at matches. Regarding taunts aimed at Emile Heskey in England's 4–1 victory against Croatia in Zagreb, Ferdinand remarked:
"Croatia were fined a few thousand quid. What's that going to do? That is not going to stop people shouting racist or homophobic abuse...If things like this keep happening you have to take points off them. Then the punters will realise the team is going to be punished."[26]
[edit] International career
At the age of 19 years and 8 days, Ferdinand earned his first full England cap as a substitute in a friendly against Cameroon on 15 November 1997, making him the youngest defender to play for England at the time, a record broken in 2006 by Micah Richards. Ferdinand would have made an even earlier debut in September had he not been charged with drink driving in the build up to England's 1998 World Cup Qualifier against Moldova. Ferdinand was named in the squad for this game and was a likely starter, however the public mourning for Princess Diana - whose chauffer had been suspected of drink driving - left Glenn Hoddle with little choice but to drop the talented teenager from the squad. After an impressive 1997/98 season he was selected for the 1998 FIFA World Cup squad as a back-up defender. Ferdinand was selected as a first choice player at the 2002 and 2006 tournaments. John Terry replaced Ferdinand in the England side throughout his eight month ban until his return on 9 October 2004 in their World Cup qualifier against Wales. Ferdinand has played ten World Cup matches for England, he was substituted before Henrik Larsson scored for Sweden in the 2006 World Cup). On 25 March 2008, Ferdinand was named captain of England for the friendly against France on 26 March 2008.
The Duran Duran song "Rio" has been used in football chants both for and against Ferdinand; in fact, in 2002, fan Simon Le Bon (Duran Duran's lead singer) promised to re-record one of the football chants if the team won. However, the team failed to win and the promise never had the chance to come to fruition.[citation needed]
Ferdinand has scored three goals for England, the first in the Second round of the 2002 World Cup match against Denmark (although some sources credit this goal as a Thomas Sørensen own goal[27]). The second was a near post strike that beat the Russian goalkeeper Vyacheslav Malafeev in England's Euro 2008 qualifier against Russia on 12 September 2007 at Wembley Stadium. The third on 11 October 2008 in a 2010 FIFA World Cup qualifying match at home to Kazakhstan. England won 5–1.
On 25 March 2008 it was announced that Rio would wear the captain's armband for Fabio Capello's second game in charge of the national team,[28] ahead of John Terry, Steven Gerrard or David Beckham, who some believed would be named captain to mark his 100th cap for his country. An FA statement suggested that the decision to name Ferdinand as captain was part of Capello's plans of rotating the captaincy before naming an official captain for September's World Cup qualifiers.
On 19 August, however, Ferdinand lost out to Terry in retaining the captain's armband but named vice captain by Fabio Capello.
On 11 October 2008 Rio scored the opening goal in England's 5–1 win over Kazakhstan, a back post header in the 52nd minute. He was also named as captain for this game.
Although Ferdinand has been named in the last three England World Cup squads (albeit without playing in 1998), he has never been to a European Championship due to a ban for missing a drugs test and due to England's failure to qualify for Euro 2008.
He was criticized for his costly slip that allowed Liverpool striker Dirk Kuyt to score minutes after kick-off in a August 2009 friendly against the Dutch. The match ended 2-2 as Jermain Defoe scored a brace after England went two goals down.
Another blunder in the match between England and Ukraine in Dnipro on 10 October 2009 which led to the sending off of Robert Green has led many to question his inclusion in the squad. A lack of match practice for his club and a series of errors such as he suffered in his early days as a footballer have led to criticism of his inclusion from several corners.[citation needed]
[edit] International goals
Scores and results list England's goal tally first.
# Date Venue Opponent Score Result Competition
1 15 June 2002 Niigata, Japan Denmark 1-0 3-0 2002 FIFA World Cup
2 12 September 2007 London, England Russia 3-0 3-0 UEFA Euro 2008 Qual.
3 11 October 2008 London, England Kazakhstan 1-0 5-1 2010 FIFA World Cup Qual.
[edit] Honours
[edit] Club
[edit] Manchester United
* Premier League: 2002–03, 2006–07, 2007–08, 2008–09
* Football League Cup: 2006, 2009
* FA Community Shield: 2003, 2007, 2008
* UEFA Champions League: 2007–08
* FIFA Club World Cup: 2008
[edit] Individual
* PFA Premier League Team of the Year: 2001–02 (Leeds), 2004–05, 2006–07, 2007–08, 2008–09 (Manchester United)
* Premier League Player of the Month (1): October 2001
* FIFPro World XI: 2007–08
[edit] Career statistics
Club Season League Cup League Cup Europe Other[29] Total
Apps Goals Apps Goals Apps Goals Apps Goals Apps Goals Apps Goals
West Ham United 1995–96 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0
1996–97 15 2 1 0 1 0 0 0 0 0 17 2
Bournemouth (loan) 1996–97 10 0 0 0 0 0 0 0 1 0 11 0
West Ham United 1997–98 35 0 6 0 5 0 0 0 0 0 46 0
1998–99 31 0 1 0 1 0 0 0 0 0 33 0
1999–2000 33 0 1 0 3 0 3 0 6 0 46 0
2000–01 12 0 0 0 2 0 0 0 0 0 14 0
Total 127 2 9 0 12 0 3 0 6 0 157 2
Leeds United 2000–01 23 2 2 0 0 0 7 1 0 0 32 3
2001–02 31 0 1 0 2 0 7 0 0 0 41 0
Total 54 2 3 0 2 0 14 1 0 0 73 3
Manchester United 2002–03 28 0 3 0 4 0 11 0 0 0 46 0
2003–04 20 0 0 0 0 0 6 0 1 0 27 0
2004–05 31 0 5 0 1 0 5 0 0 0 42 0
2005–06 37 3 2 0 5 0 8 0 0 0 52 3
2006–07 33 1 7 0 0 0 9 0 0 0 49 1
2007–08 35 2 4 0 0 0 11 1 1 0 51 3
2008–09 24 0 3 0 1 0 11 0 4 0 43 0
2009–10 5 0 0 0 0 0 2 0 1 0 8 0
Total 213 6 24 0 11 0 63 1 7 0 318 7
Career total 404 10 36 0 25 0 80 2 14 0 559 12
Statistics accurate as of match played 8 November 2009[30]
[edit] Outside of football
[edit] Personal life
Ferdinand in 2004
Ferdinand grew up in the Friary council estate, Peckham.[7] He has several brothers and sisters: one brother and three sisters on his father's side and a brother and sister from his mother's remarriage.[4] One of his brothers is Anton Ferdinand, the Sunderland defender, while former England striker Les Ferdinand is his cousin.[7] On 15 March 2008, it was reported that Rio's half brother Jeremiah had been training with the United first team under the eye of Alex Ferguson.[31] In 2006 in Manchester, Ferdinand's girlfriend Rebecca Ellison gave birth to their son Lorenz.[32] Whilst Ferdinand was on holiday with friends and family in Las Vegas in July 2007, he proposed to Ellison and she accepted.[33] The couple had their second child, a boy named Tate, in August 2008. The names of their children stem from the name of one of the couple's favourite actors, Larenz Tate.[34]
[edit] Television, film and music
In 2005, Ferdinand, along with an old school friend, created record label White Chalk Music.[35] To date, there are two artists signed to the label; Melody Johnston and Nia Jai, the latter being due to release an album on 6 October which features Ferdinand rapping.[36]
In June 2006, on the day of the England national team's opening World Cup group match against Paraguay, Ferdinand made his debut appearance as a television presenter. Hosting Rio's World Cup Wind-Ups, the England defender found himself in a Jeremy Beadle-style role, playing tricks on his fellow England World Cup squad members including Wayne Rooney, David Beckham and Gary Neville.[37] A follow-up series went into production, entitled 'Rio's All-Star Wind-Ups'. However, it was cancelled following a number of filming problems.[38]
He made his first foray into the world of cinema in late 2008, financing and becoming an executive producer of Alex de Rakoff's film Dead Man Running. The film features Danny Dyer and 50 Cent in a gangster-themed plot. Ferdinand will share production credits with England teammate Ashley Cole.[39]
Ferdinand is presently filming a documentary about Peckham, aiming to persuade youngsters away from a life of crime.[40]
On 15 January 2009, it was announced that he would be publishing his own digital magazine called Rio in February 2009, working in conjunction with digital publishing company Made Up Media Ltd.[41] In conjunction with this, Ferdinand was guest editor of the February 2009 edition of the Observer Sport Monthly, providing interviews with people ranging from Gordon Brown to Usain Bolt.[42]
[edit] Driving offences
Ferdinand has committed a string of driving offences and has been banned from driving on four separate occasions. In the most recent instance he was caught driving at an average speed of 105.9 mph (170.4 km/h) and fined £1,500. Most famously he was convicted of drunk driving in 1997, forcing England manager Glenn Hoddle to drop him from a World Cup qualifier that would have been his international debut.[43]
[edit] Homophobic remark
In October 2006, Ferdinand caused controversy by calling BBC Radio 1 DJ Chris Moyles a 'faggot' live on air, just days after team-mate Paul Scholes was also in trouble for an alleged homophobic remark about him being gay with a funny hair do. Moyles jokingly asked Ferdinand: "If you had to, who would you rather go out with - Smudger [Alan Smith] or Scholesy [Paul Scholes]?". Ferdinand replied: "That is not my bag that, that is not my game, talking about going out with geezers" and when Moyles suggested he would always prefer Smith, Ferdinand declared: "You’re a faggot." He quickly apologised for what he had said, stating "I'm not homophobic".[44]
[edit] See also
Rio Ferdinand R Ferdinand.jpg
Personal information
Full name Rio Gavin Ferdinand
Date of birth 7 November 1978 (1978-11-07) (age 31)
Place of birth Peckham, London, England
Height 6 ft 2.5 in (1.89 m)[1]
Playing position Centre back
Club information
Current club Manchester United
Number 5
Youth career
Eltham Town
1988–1990 Millwall[2]
1990–1993 Queens Park Rangers
1993–1995 West Ham United
Senior career*
Years Team Apps† (Gls)†
1995–2000 West Ham United 127 (2)
1996 → Bournemouth (loan) 10 (0)
2000–2002 Leeds United 54 (2)
2002– Manchester United 212 (6)
National team‡
1997–2000 England U21 5 (0)
1997– England 76 (3)
* Senior club appearances and goals counted for the domestic league only and correct as of 13:38, 17 October 2009 (UTC).
† Appearances (Goals).
‡ National team caps and goals correct as of 15:34, 14 October 2009 (UTC)
Rio Gavin Ferdinand (born 7 November 1978) is an English footballer. He plays at centre back for Manchester United in the Premier League and at the international level for the England national football team. He has achieved 70 caps for the English national team while being selected for three FIFA World Cup squads. He is currently the vice-captain of the England national team and stand-in captain for Manchester United.
Known for his physical presence and composure on the ball,[3] Ferdinand began his football career playing for various youth teams, finally settling at West Ham United where he progressed through the youth ranks and made his professional Premier League debut in 1996. He became a fan favourite, winning the 'Hammer of the Year award' the following season. He earned his first senior international cap in a match against Cameroon in 1997, setting a record as the youngest defender to play for England at the time. His achievements and footballing potential attracted Leeds United and he transferred to the club for a record-breaking fee of £18 million. He spent two seasons at the club, becoming the team captain in 2001.
He joined Manchester United in July 2002 for around £30 million, breaking the transfer fee record once more. He won the Premier League, his first major club honour, in a successful first season at the club. He missed a drugs test and was banned from competition for eight months, causing him to miss half a Premier League season and the Euro 2004 international competition. Upon his return, he established himself in the Manchester United first team and received plaudits for his performances, featuring in the PFA Team of the Year three times in four years. More club success followed with another Premier League win in the 2006–07 season and a Premier League and UEFA Champions League double the following year. His importance to the national team was underlined in March 2008 when Ferdinand captained England for the first time.
Ferdinand has two sons, Lorenz and Tate, with his wife Rebecca Ellison. He was born into a footballing family: brother Anton Ferdinand is also a centre back and former England international Les Ferdinand is his cousin. Off the pitch he is involved with music and television including the short-lived prank series Rio's World Cup Wind-Ups.
Contents
[hide]
* 1 Early life
o 1.1 Formative years and education
o 1.2 Youth team career
* 2 Senior career
o 2.1 West Ham United
o 2.2 Leeds United
o 2.3 Manchester United
* 3 International career
o 3.1 International goals
* 4 Honours
o 4.1 Club
+ 4.1.1 Manchester United
o 4.2 Individual
* 5 Career statistics
* 6 Outside of football
o 6.1 Personal life
o 6.2 Television, film and music
o 6.3 Driving offences
o 6.4 Homophobic remark
* 7 See also
* 8 References
* 9 External links
[edit] Early life
[edit] Formative years and education
Rio Gavin Ferdinand, born on 7 November 1978 in Peckham, London, is the son of Janice, a woman of mixed Irish and English heritage, and Julian Ferdinand, a St Lucian.[4][5] Ferdinand grew up on the Friary estate in Peckham and was part of a large family. Both his parents worked to support their family, his mother as a child carer while his father was a tailor. His parents never married and they separated when he was 14 years old. However, his father remained close, moving to a nearby estate, and he was keen to stay involved in his children's lives, taking them to football training and the local parks.[4][6] He attended Camelot primary school and was a boisterous child who numbered Mike Tyson and Diego Maradona among his heroes.[7]
Ferdinand had a good upbringing and was a happy child but he also had to learn to live without luxuries in poverty-stricken Peckham, a London borough where almost half the population is either poor or borderline poor.[8] Violent crime was a common occurrence in the area he lived. However, his parents drilled him with respectful instincts and he largely avoided the darker sides of the neighbourhood.[6] At school, he focused on maths and revelled in the opportunity to perform before an audience, portraying Bugsy Malone in a school play.[7] He also impressed his classmates with skill on the playground, constantly playing football, dreaming of turning professional and seeing new places.[6]
"I always as a kid wanted to do something different, I'd get bored very easily – even playing football or hanging around with my mates. So travelling away from home, meeting new people... I enjoyed it."[6]
He chose to attend Blackheath Blue Coats High School, a school somewhat distant from his house, in order to meet new friends and he settled in well, feeling his confidence growing.[4] His second year was marred by the death of a fellow pupil, Stephen Lawrence, and the event demonstrated the ever present threat of violence.[7] Ferdinand enjoyed physical expression, taking part in not just football and gymnastics classes but drama, theatre and ballet too.[6] He was an able child: by age ten he had been invited to train at the Queens Park Rangers F.C. academy and at age eleven he won a scholarship to attend the Central School of Ballet in London.[4] He avidly attended the ballet classes, travelling to the city centre four days a week for four years. However, while the lessons surely improved his balance, it was professional football that he desired.[6]
[edit] Youth team career
Ferdinand's superior footballing abilities were evident even as a child: when he was eleven years old a youth coach, David Goodwin, remarked "I'm going to call you Pelé, son, I like the way you play."[6] Ferdinand was regularly playing in youth teams and at Eltham Town he played as an attacking midfielder but team scouts saw the young player had the potential to be a centre back instead. Teams vied for the young footballer's services and during his youth he trained with Charlton Athletic, Chelsea, Millwall and Queens Park Rangers. Ferdinand was ever curious of different places and even travelled north to Middlesbrough's training ground, spending a good part of his school holidays in a bedsit just to be there.[6]
London team West Ham United was to be his footballing home, however, and he joined their youth system in 1992.[4] He signed his first Youth Training Scheme contract in January 1994 and played alongside players such as Frank Lampard at the academy.[6][9] Things were not just burgeoning at club level for Ferdinand; at 16 he joined the England youth team squad to compete in their age group's UEFA European Football Championship, gaining his first experience of international competition.[6]
[edit] Senior career
[edit] West Ham United
Originally scouted by Frank Lampard Sr., Ferdinand progressed through the youth team ranks, earning a professional contract and a place in the first team squad in the process.[6] On 5 May 1996, Ferdinand made his senior team debut as he came on as a substitute for Tony Cottee in the Hammers' last game of the season, a 1–1 home draw against Sheffield Wednesday.[6][10] In the 1997–98 season, Ferdinand won the Hammer of the Year award at the young age of 19.[11]
[edit] Leeds United
Ferdinand joined FA Premier League football club Leeds United in November 2000 for £18 million, then a British transfer record as well as becoming the world's most expensive defender. Despite an uncomfortable start to his career at Elland Road, beginning with a 3–0 defeat at Leicester CIty on his debut, Ferdinand settled well and became an integral part of the Leeds team that reached the semi-final stage of the UEFA Champions League, scoring with a header in the quarter-final against Spain's Deportivo La Coruña.[12] Other highlights during his brief spell in Yorkshire included goals against Liverpool at Anfield[13] and a scoring return to Upton Park.[14] The following season, in August 2001, he became the club captain and turned in an impressive second campaign, despite United's failure to break into the top four and secure qualification for the competition they had figured in so prominently during the previous season. During the 2002 FIFA World Cup, rumours began circulating that the club were in dire financial trouble and that new manager Terry Venables would be forced to part with his star defender for a substantial amount of cash. Later that summer, Leeds accepted a bid of £29.1 million
[edit] Manchester United
Ferdinand in a Manchester United shirt
On 22 July 2002, Ferdinand joined fellow Premier League side Manchester United on a five-year deal to become the most expensive British footballer in history, the world's most expensive defender again (a title he had lost in 2001 to Lilian Thuram). The fee included a basic element in the high twenty millions, and some conditional elements, which allowed Leeds to tell their fans that they were selling him for over thirty million. Leeds United later took a single payment in place of all the contingent elements when they were desperate for cash during their financial crisis. The final book value of Ferdinand's contract in Manchester United's accounts was £33 million.[15] This included agents' fees, with Leeds receiving just under £30 million. Ferdinand suffered from a lack of form at the start of his Manchester United career, particularly illustrated by his performance against Real Madrid in the Champions League and in a 1–0 defeat by his former club Leeds United at Elland Road.
In 2003, he failed to attend a drug test, claiming he had forgotten because he was preoccupied with moving houses and instead went shopping. The FA Disciplinary Committee chaired by Barry Bright imposed an eight month ban from January 2004 at club and international level and a £50,000 fine, meaning he would miss the rest of the league season and some of the next along with all of Euro 2004.[16] Manchester United appealed against the verdict and sought to draw parallels to the case of Manchester City player Christian Negouai, who was fined £2,000 for missing a test. However, FIFA president Sepp Blatter stated that such comparisons are inappropriate due to differences between the two cases. Negouai had been stuck in traffic and was willing to take the test, while Ferdinand was charged with "failure or refusal" to attend the test.[17] Both the FA and FIFA sought to have the ban increased to 12 months (half the possible maximum). In the end, the original verdict was upheld.[18]
Ferdinand celebrating a goal with teammate Cristiano Ronaldo
Ferdinand went on to win the Premier League title with Manchester United in his first season. He has also collected a winner's medal in the 2006 League Cup, with runners-up medals in the 2003 League Cup and the 2005 FA Cup.
On 14 December 2005, in a game against Wigan Athletic, Ferdinand scored his first goal for United, en route to a 4–0 victory. This was his first goal after more than three years at Old Trafford. He followed this up with a powerfully headed goal against West Bromwich Albion. He then scored a last minute winner against Liverpool at Old Trafford, possibly his most important Manchester United goal to date. In the corresponding fixture in the following season on 22 October 2006, Rio scored again in a 2–0 victory.
Following impressive and consistent performances in the league, Rio Ferdinand was named in the 2006–07 PFA Premiership Team of the Season alongside seven of his fellow Manchester United teammates.[19]
Ferdinand started the 2007–08 season well, he was part of a United defence that managed to keep six clean sheets in a row in the Premier League, before conceding an early goal to Aston Villa at Villa Park on 20 October 2007. It was also during this game where Ferdinand scored his first goal of the season, which was United's third goal of that game, with a left foot strike which took a very strong deflection off one of Villa's defenders. Just three days later, Ferdinand scored his first European goal for United by opening the scoring against Dynamo Kyiv, with a superb header. United dominated the game and won 4–2.
Ferdinand with Olof Mellberg in a match against Juventus
On 12 January 2008 Ferdinand bagged a rare Premier League goal in a 6–0 hammering of Newcastle United at Old Trafford.
In their FA Cup quarter-final match against Portsmouth on 8 March 2008 when Manchester United dominated, Ferdinand made a rare appearance as a goalkeeper, after Edwin van der Sar left the pitch with a groin injury and the replacement keeper, Tomasz Kuszczak, was sent off after conceding a penalty. Despite diving the right way, he was unable to save Sulley Muntari's spot kick, and Manchester United were eliminated from the FA Cup.[20]
On 6 April 2008, against Middlesbrough, Ferdinand limped out of the match due to a foot injury. He was rated doubtful whether he would face A.S. Roma in the UEFA Champions League quarter-final second leg on 9 April 2008. He would play the full 90 minutes, though he received three stitches at half-time.[21]
Ferdinand as captain during the 2008–09 Champions League semi-final.
After United's 2–1 loss to Chelsea in the Premier League in April 2008 Ferdinand, angry at the defeat, swore at Chelsea stewards and tried to kick a wall in the tunnel, but instead kicked a female steward, Tracy Wray. Ferdinand claimed to have merely brushed her with his foot.[22] Ferdinand said he apologised and sent the steward some flowers. However Wray disagreed and in the The Sun she showed the large bruise on her leg caused by Ferdinand 'brushing her with his foot'. Her husband also claimed that Ferdinand did not apologise or send flowers.[23]
It was announced on 16 April 2008 that, along with Michael Carrick and Wes Brown, Ferdinand had agreed to sign a new five-year contract, worth around £130,000 a week, which would keep him with United until 2013. The contract was finally signed on 15 May 2008.[24]
On 21 May 2008, Ferdinand captained Manchester United to a Champions League Final victory versus Chelsea.[25] He accepted the trophy together with Ryan Giggs, as Giggs was the on field captain for most of the matches during that season during Gary Neville's absence due to injury.
In an interview with BBC Radio 5 Live he criticised FIFA's approach to tackling racism in football, stating that not enough was being done to punish those guilty of homophobic or racist abuse at matches. Regarding taunts aimed at Emile Heskey in England's 4–1 victory against Croatia in Zagreb, Ferdinand remarked:
"Croatia were fined a few thousand quid. What's that going to do? That is not going to stop people shouting racist or homophobic abuse...If things like this keep happening you have to take points off them. Then the punters will realise the team is going to be punished."[26]
[edit] International career
At the age of 19 years and 8 days, Ferdinand earned his first full England cap as a substitute in a friendly against Cameroon on 15 November 1997, making him the youngest defender to play for England at the time, a record broken in 2006 by Micah Richards. Ferdinand would have made an even earlier debut in September had he not been charged with drink driving in the build up to England's 1998 World Cup Qualifier against Moldova. Ferdinand was named in the squad for this game and was a likely starter, however the public mourning for Princess Diana - whose chauffer had been suspected of drink driving - left Glenn Hoddle with little choice but to drop the talented teenager from the squad. After an impressive 1997/98 season he was selected for the 1998 FIFA World Cup squad as a back-up defender. Ferdinand was selected as a first choice player at the 2002 and 2006 tournaments. John Terry replaced Ferdinand in the England side throughout his eight month ban until his return on 9 October 2004 in their World Cup qualifier against Wales. Ferdinand has played ten World Cup matches for England, he was substituted before Henrik Larsson scored for Sweden in the 2006 World Cup). On 25 March 2008, Ferdinand was named captain of England for the friendly against France on 26 March 2008.
The Duran Duran song "Rio" has been used in football chants both for and against Ferdinand; in fact, in 2002, fan Simon Le Bon (Duran Duran's lead singer) promised to re-record one of the football chants if the team won. However, the team failed to win and the promise never had the chance to come to fruition.[citation needed]
Ferdinand has scored three goals for England, the first in the Second round of the 2002 World Cup match against Denmark (although some sources credit this goal as a Thomas Sørensen own goal[27]). The second was a near post strike that beat the Russian goalkeeper Vyacheslav Malafeev in England's Euro 2008 qualifier against Russia on 12 September 2007 at Wembley Stadium. The third on 11 October 2008 in a 2010 FIFA World Cup qualifying match at home to Kazakhstan. England won 5–1.
On 25 March 2008 it was announced that Rio would wear the captain's armband for Fabio Capello's second game in charge of the national team,[28] ahead of John Terry, Steven Gerrard or David Beckham, who some believed would be named captain to mark his 100th cap for his country. An FA statement suggested that the decision to name Ferdinand as captain was part of Capello's plans of rotating the captaincy before naming an official captain for September's World Cup qualifiers.
On 19 August, however, Ferdinand lost out to Terry in retaining the captain's armband but named vice captain by Fabio Capello.
On 11 October 2008 Rio scored the opening goal in England's 5–1 win over Kazakhstan, a back post header in the 52nd minute. He was also named as captain for this game.
Although Ferdinand has been named in the last three England World Cup squads (albeit without playing in 1998), he has never been to a European Championship due to a ban for missing a drugs test and due to England's failure to qualify for Euro 2008.
He was criticized for his costly slip that allowed Liverpool striker Dirk Kuyt to score minutes after kick-off in a August 2009 friendly against the Dutch. The match ended 2-2 as Jermain Defoe scored a brace after England went two goals down.
Another blunder in the match between England and Ukraine in Dnipro on 10 October 2009 which led to the sending off of Robert Green has led many to question his inclusion in the squad. A lack of match practice for his club and a series of errors such as he suffered in his early days as a footballer have led to criticism of his inclusion from several corners.[citation needed]
[edit] International goals
Scores and results list England's goal tally first.
# Date Venue Opponent Score Result Competition
1 15 June 2002 Niigata, Japan Denmark 1-0 3-0 2002 FIFA World Cup
2 12 September 2007 London, England Russia 3-0 3-0 UEFA Euro 2008 Qual.
3 11 October 2008 London, England Kazakhstan 1-0 5-1 2010 FIFA World Cup Qual.
[edit] Honours
[edit] Club
[edit] Manchester United
* Premier League: 2002–03, 2006–07, 2007–08, 2008–09
* Football League Cup: 2006, 2009
* FA Community Shield: 2003, 2007, 2008
* UEFA Champions League: 2007–08
* FIFA Club World Cup: 2008
[edit] Individual
* PFA Premier League Team of the Year: 2001–02 (Leeds), 2004–05, 2006–07, 2007–08, 2008–09 (Manchester United)
* Premier League Player of the Month (1): October 2001
* FIFPro World XI: 2007–08
[edit] Career statistics
Club Season League Cup League Cup Europe Other[29] Total
Apps Goals Apps Goals Apps Goals Apps Goals Apps Goals Apps Goals
West Ham United 1995–96 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0
1996–97 15 2 1 0 1 0 0 0 0 0 17 2
Bournemouth (loan) 1996–97 10 0 0 0 0 0 0 0 1 0 11 0
West Ham United 1997–98 35 0 6 0 5 0 0 0 0 0 46 0
1998–99 31 0 1 0 1 0 0 0 0 0 33 0
1999–2000 33 0 1 0 3 0 3 0 6 0 46 0
2000–01 12 0 0 0 2 0 0 0 0 0 14 0
Total 127 2 9 0 12 0 3 0 6 0 157 2
Leeds United 2000–01 23 2 2 0 0 0 7 1 0 0 32 3
2001–02 31 0 1 0 2 0 7 0 0 0 41 0
Total 54 2 3 0 2 0 14 1 0 0 73 3
Manchester United 2002–03 28 0 3 0 4 0 11 0 0 0 46 0
2003–04 20 0 0 0 0 0 6 0 1 0 27 0
2004–05 31 0 5 0 1 0 5 0 0 0 42 0
2005–06 37 3 2 0 5 0 8 0 0 0 52 3
2006–07 33 1 7 0 0 0 9 0 0 0 49 1
2007–08 35 2 4 0 0 0 11 1 1 0 51 3
2008–09 24 0 3 0 1 0 11 0 4 0 43 0
2009–10 5 0 0 0 0 0 2 0 1 0 8 0
Total 213 6 24 0 11 0 63 1 7 0 318 7
Career total 404 10 36 0 25 0 80 2 14 0 559 12
Statistics accurate as of match played 8 November 2009[30]
[edit] Outside of football
[edit] Personal life
Ferdinand in 2004
Ferdinand grew up in the Friary council estate, Peckham.[7] He has several brothers and sisters: one brother and three sisters on his father's side and a brother and sister from his mother's remarriage.[4] One of his brothers is Anton Ferdinand, the Sunderland defender, while former England striker Les Ferdinand is his cousin.[7] On 15 March 2008, it was reported that Rio's half brother Jeremiah had been training with the United first team under the eye of Alex Ferguson.[31] In 2006 in Manchester, Ferdinand's girlfriend Rebecca Ellison gave birth to their son Lorenz.[32] Whilst Ferdinand was on holiday with friends and family in Las Vegas in July 2007, he proposed to Ellison and she accepted.[33] The couple had their second child, a boy named Tate, in August 2008. The names of their children stem from the name of one of the couple's favourite actors, Larenz Tate.[34]
[edit] Television, film and music
In 2005, Ferdinand, along with an old school friend, created record label White Chalk Music.[35] To date, there are two artists signed to the label; Melody Johnston and Nia Jai, the latter being due to release an album on 6 October which features Ferdinand rapping.[36]
In June 2006, on the day of the England national team's opening World Cup group match against Paraguay, Ferdinand made his debut appearance as a television presenter. Hosting Rio's World Cup Wind-Ups, the England defender found himself in a Jeremy Beadle-style role, playing tricks on his fellow England World Cup squad members including Wayne Rooney, David Beckham and Gary Neville.[37] A follow-up series went into production, entitled 'Rio's All-Star Wind-Ups'. However, it was cancelled following a number of filming problems.[38]
He made his first foray into the world of cinema in late 2008, financing and becoming an executive producer of Alex de Rakoff's film Dead Man Running. The film features Danny Dyer and 50 Cent in a gangster-themed plot. Ferdinand will share production credits with England teammate Ashley Cole.[39]
Ferdinand is presently filming a documentary about Peckham, aiming to persuade youngsters away from a life of crime.[40]
On 15 January 2009, it was announced that he would be publishing his own digital magazine called Rio in February 2009, working in conjunction with digital publishing company Made Up Media Ltd.[41] In conjunction with this, Ferdinand was guest editor of the February 2009 edition of the Observer Sport Monthly, providing interviews with people ranging from Gordon Brown to Usain Bolt.[42]
[edit] Driving offences
Ferdinand has committed a string of driving offences and has been banned from driving on four separate occasions. In the most recent instance he was caught driving at an average speed of 105.9 mph (170.4 km/h) and fined £1,500. Most famously he was convicted of drunk driving in 1997, forcing England manager Glenn Hoddle to drop him from a World Cup qualifier that would have been his international debut.[43]
[edit] Homophobic remark
In October 2006, Ferdinand caused controversy by calling BBC Radio 1 DJ Chris Moyles a 'faggot' live on air, just days after team-mate Paul Scholes was also in trouble for an alleged homophobic remark about him being gay with a funny hair do. Moyles jokingly asked Ferdinand: "If you had to, who would you rather go out with - Smudger [Alan Smith] or Scholesy [Paul Scholes]?". Ferdinand replied: "That is not my bag that, that is not my game, talking about going out with geezers" and when Moyles suggested he would always prefer Smith, Ferdinand declared: "You’re a faggot." He quickly apologised for what he had said, stating "I'm not homophobic".[44]
[edit] See also
10 Band Metal Paling Berpengaruh di dunia
10 Band Metal Paling Berpengaruh di dunia
10. NAPALM DEATH
Napalm Death adalah sebuah band grindcore/death metal yang paling bertahan lama, mereka berasal dari Birmingham, Inggris. Mulanya band dibentuk di desa Meriden dekat Birmingham, Inggris pada tahun 1981[4] oleh Nicholas Bullen dan Miles Ratledge, dengan nama band awal Civil Defence. Band-band baru yang influenced dari mereka seperti : Catherdal, Carcass
9. DEATH
Death adalah band death metal Amerika yang paling berpengaruh, didirikan oleh vokalis sekaligus gitaris Chuck Schuldiner. Pada tahun 2001, band bubar karena kematian Schuldiner.
Mereka di akui sebagai salah satu grup paling berpengaruh di genre death metal. Debut album band "Scream Bloody Gore" dianggap sebagai pola genre tersebut, dijelaskan oleh para kritikus sebagai "Dokumen prototype pertama death metal". Hanya Schuldiner salah satu orang yang pertama tersisa di band dari awal hingga akhir. Para penulis biografi musik telah menganugerahi Schuldiner sebagai "bapak death metal".
8. SLAYER
Slayer adalah grup musik thrash metal Amerika Serikat, dibentuk pada tahun 1982 oleh Jeff Hanneman dan Kerry King di Huntington Park, California. Kelompok ini telah menelurkan 10 album studio, 2 album live, dan 1 boxed set. Mereka mulai terkenal di tahun 1980-an terutama setelah album mereka Reign in Blood (1986). Bersama dengan Metallica, Anthrax, dan Megadeth mereka adalah 4 besar band thrash metal.
7. MANOWAR
Manowar adalah band beraliran power metal yang mana lirik mereka sering berisikan tentang fantasi dan bagaimana menjadi seorang pejuang. Kalau didenger-denger, punya kesamaan seperti band-band sejenis setelah mereka : Hammerfall, Dragonforce.
6. CELTIC FROST
Celtic Frost adalah pelopor band beraliran gothic metal yang paling pengaruh. Berbeda dengan progressive metal di mana percobaan dilakukan terutama dalam complex rhythms dan struktur lagu dan mempertahankan instrumen traditional, mereka menggunakan suara-suara yang tidak lazim.
5. MOTOR HEAD
Motörhead adalah kelompok musik heavy metal yang didirikan pada 1975 di London, Britania Raya oleh pemain bas Lemmy Kilmister. Mereka telah meraih kesuksesan dan mempengaruhi banyak kelompok musik lainnya. Mereka juga dianggap sebagai salah satu band dalam New Wave of British Heavy Metal et Thrash Metal.
4. METALLICA
Metallica didirikan pertama kali di Los Angeles - Amerika Serikat dengan nama The Young of Metal Attack. Beberapa bulan kemudian grup ini berganti nama dengan Metallica yang konon merupakan gabungan kata Metal dan Vodca. Nama Metallica sendiri sebenarnya adalah nama yang diusulkan untuk sebuah majalah musik yang dicuri oleh Lars Ulrich sebelum majalah tersebut mendapat nama tersebut. Cliff Burton (sang bassis) meninggal dalam kecelakaan bus 27/9/1986, posisinya digantikan oleh James Newsted, bassis dari grup Floatsam and Jetsam.
3. IRON MAIDEN
Iron Maiden adalah kelompok musik heavy metal yang didirikan pada 1975 di London, Britania Raya oleh pemain bas Steve Harris. Mereka telah meraih kesuksesan dan mempengaruhi banyak kelompok musik lainnya. Vokal Bruce Dickinson yang sangat kuat benar-benar menguatkan band ini. Lirik lagu mereka catchy dan memorable.Mereka juga dianggap sebagai salah satu band dalam New Wave of British Heavy Metal. Band-band baru banyak yang terinspirasi dari mereka seperti : Bullet for My Valentine, Chilrdren of Bodom
2. JUDAS PRIEST
Judas Priest adalah salah satu kelompok musik heavy metal paling berpengaruh. Band ini didirikan pada 1969 di Birmingham, Inggris oleh K.K. Downing dan Ian Hill. Formasi klasik mereka termasuk vokalis Rob Halford, gitaris K.K. Downing dan Glenn Tipton, dan bassist Ian Hill. Lagu mereka Painkiller, You’ve got another thing comin’, and Breaking the Law sangatlah classic dan keren. Salah satu band beraliran sport metal terbaik sepanjang masa.
1. BLACK SABBATH
Black Sabbath adalah kelompok musik dari Inggris yang dianggap sebagai salah satu pendiri aliran musik heavy metal pertama. Didirikan oleh Ozzy Osbourne (vokal), Tony Iommi (gitar), Geezer Butler (bass) dan Bill Ward (drum), mereka telah mengalami sekian banyaknya pergantian personel sehingga pada satu saat hanya Iommi yang tersisa dari formasi awal. Black Sabbath juga telah beberapa kali mengadakan reuni dengan mantan-mantan anggotanya, baik di atas panggung maupun di studio rekaman. Saat ini status mereka adalah vakum, dengan masing-masing anggota berkonsentrasi pada solo karirnya.
10. NAPALM DEATH
Napalm Death adalah sebuah band grindcore/death metal yang paling bertahan lama, mereka berasal dari Birmingham, Inggris. Mulanya band dibentuk di desa Meriden dekat Birmingham, Inggris pada tahun 1981[4] oleh Nicholas Bullen dan Miles Ratledge, dengan nama band awal Civil Defence. Band-band baru yang influenced dari mereka seperti : Catherdal, Carcass
9. DEATH
Death adalah band death metal Amerika yang paling berpengaruh, didirikan oleh vokalis sekaligus gitaris Chuck Schuldiner. Pada tahun 2001, band bubar karena kematian Schuldiner.
Mereka di akui sebagai salah satu grup paling berpengaruh di genre death metal. Debut album band "Scream Bloody Gore" dianggap sebagai pola genre tersebut, dijelaskan oleh para kritikus sebagai "Dokumen prototype pertama death metal". Hanya Schuldiner salah satu orang yang pertama tersisa di band dari awal hingga akhir. Para penulis biografi musik telah menganugerahi Schuldiner sebagai "bapak death metal".
8. SLAYER
Slayer adalah grup musik thrash metal Amerika Serikat, dibentuk pada tahun 1982 oleh Jeff Hanneman dan Kerry King di Huntington Park, California. Kelompok ini telah menelurkan 10 album studio, 2 album live, dan 1 boxed set. Mereka mulai terkenal di tahun 1980-an terutama setelah album mereka Reign in Blood (1986). Bersama dengan Metallica, Anthrax, dan Megadeth mereka adalah 4 besar band thrash metal.
7. MANOWAR
Manowar adalah band beraliran power metal yang mana lirik mereka sering berisikan tentang fantasi dan bagaimana menjadi seorang pejuang. Kalau didenger-denger, punya kesamaan seperti band-band sejenis setelah mereka : Hammerfall, Dragonforce.
6. CELTIC FROST
Celtic Frost adalah pelopor band beraliran gothic metal yang paling pengaruh. Berbeda dengan progressive metal di mana percobaan dilakukan terutama dalam complex rhythms dan struktur lagu dan mempertahankan instrumen traditional, mereka menggunakan suara-suara yang tidak lazim.
5. MOTOR HEAD
Motörhead adalah kelompok musik heavy metal yang didirikan pada 1975 di London, Britania Raya oleh pemain bas Lemmy Kilmister. Mereka telah meraih kesuksesan dan mempengaruhi banyak kelompok musik lainnya. Mereka juga dianggap sebagai salah satu band dalam New Wave of British Heavy Metal et Thrash Metal.
4. METALLICA
Metallica didirikan pertama kali di Los Angeles - Amerika Serikat dengan nama The Young of Metal Attack. Beberapa bulan kemudian grup ini berganti nama dengan Metallica yang konon merupakan gabungan kata Metal dan Vodca. Nama Metallica sendiri sebenarnya adalah nama yang diusulkan untuk sebuah majalah musik yang dicuri oleh Lars Ulrich sebelum majalah tersebut mendapat nama tersebut. Cliff Burton (sang bassis) meninggal dalam kecelakaan bus 27/9/1986, posisinya digantikan oleh James Newsted, bassis dari grup Floatsam and Jetsam.
3. IRON MAIDEN
Iron Maiden adalah kelompok musik heavy metal yang didirikan pada 1975 di London, Britania Raya oleh pemain bas Steve Harris. Mereka telah meraih kesuksesan dan mempengaruhi banyak kelompok musik lainnya. Vokal Bruce Dickinson yang sangat kuat benar-benar menguatkan band ini. Lirik lagu mereka catchy dan memorable.Mereka juga dianggap sebagai salah satu band dalam New Wave of British Heavy Metal. Band-band baru banyak yang terinspirasi dari mereka seperti : Bullet for My Valentine, Chilrdren of Bodom
2. JUDAS PRIEST
Judas Priest adalah salah satu kelompok musik heavy metal paling berpengaruh. Band ini didirikan pada 1969 di Birmingham, Inggris oleh K.K. Downing dan Ian Hill. Formasi klasik mereka termasuk vokalis Rob Halford, gitaris K.K. Downing dan Glenn Tipton, dan bassist Ian Hill. Lagu mereka Painkiller, You’ve got another thing comin’, and Breaking the Law sangatlah classic dan keren. Salah satu band beraliran sport metal terbaik sepanjang masa.
1. BLACK SABBATH
Black Sabbath adalah kelompok musik dari Inggris yang dianggap sebagai salah satu pendiri aliran musik heavy metal pertama. Didirikan oleh Ozzy Osbourne (vokal), Tony Iommi (gitar), Geezer Butler (bass) dan Bill Ward (drum), mereka telah mengalami sekian banyaknya pergantian personel sehingga pada satu saat hanya Iommi yang tersisa dari formasi awal. Black Sabbath juga telah beberapa kali mengadakan reuni dengan mantan-mantan anggotanya, baik di atas panggung maupun di studio rekaman. Saat ini status mereka adalah vakum, dengan masing-masing anggota berkonsentrasi pada solo karirnya.
biografi Cristiano Ronaldo
Pada hari Kamis, 18 September 2008, Manchester United yang diarsiteki Sir Alex Ferguson menjamu klub Villareal (Spanyol) yang diarsiteki Manuel Pellegrini dalam rangka Liga Champions. Pada laga ini Cristiano Ronaldo untuk pertama kali turun setelah sekian lama cedera.
Ronaldo masuk menggantikan Park-Ji Sung pada menit ke-62, dan hasilnya kedua tim berbagi angka alias imbang. Manchester United sebelumnya juga kalah dari Liverpool (di Premier League) dan Zenit St Peterburg (Piala Super Eropa).
Nah, bagi yang belum tahu tentang profil Cristiano Ronalda alias CR7, nih dia profilnya :
Nama lengkap : Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro
Nickname : Ronnie, CR, Rocket Ronaldo, CR7, C. Ronaldo
Tanggal lahir : 5 Februari 1985 (umur 23)
Tempat lahir : Funchal, Madeira, Portugal
Tinggi : 1.84 m (6 ft 0 in)
Nomor punggung : 7
Posisi : Sayap kanan, sayap kiri, Penyerang
Klub:
1999 – 2003 Sporting Lisbon 31 main (5) gol
2003 – 2004 Manchester United 40 main (6) gol
2004 – 2005 Manchester United 50 main (9) gol
2005 – 2006 Manchester United 47 main (12) gol
2006 – 2007 Manchester United 53 main (23) gol
2007 – 2008 Manchester United 33 main (30) gol
Total 254 main (85) gol
Timnas : 2003 – sekarang Portugal 54 main (20) gol
Ronaldo Lahir di Madeira, Portugal, anak dari Maria Dolores dos Santos Aveiro dan José Dinis Aveiro. Dia memiliki kakak laki-laki bernama Hugo, dan dua kakak perempuan, Elma dan Liliana Cátia. Liliana Bekerja sebagai penyanyi dengan nama panggung “Ronalda” di Portugal. Nama kedua yang diberikan kepada Cristiano (”Ronaldo”) relatif langka di Portugal.
Cristiano sejak kecil merupakan kesayangan keluarganya, dia selalu mendapat dukungan dari keluarganya dalam segala hal. Dia dikenal anak yang selalu ingin menang. Di sekolahnya dia menggemari sepak bola, dia selalu punya akal agar dapat bermain bola. Jika dia tidak menemukan bola, maka ia akan membuat bola dari gulungan kaos kaki teman-temannya.
Nominal gajinya di klub profesional pertamanya, Sporting Lisbon tidak ada apa – apanya sebelum pindah ke Inggris. Kini ia mampu menghasilkan 100 kali lipat gaji di Sporting Lisbon dalam satu pekan karena gajinya di Old Trafford mencapai 40 ribu euro (Rp 470 juta).
Dari itu saja level kehidupan Ronaldo sudah meningkat dratis, padahal secara karir ia baru lahir ke dunia sepakbola selama tiga setengah tahun. Kalau tidak digaet MU pada musim panas 2003, mungkin saja nasib pria setinggi 184 cm ini tidak seperti sekarang.
Ronaldo muda adalah seorang pelari yang sangat cepat, pemilik kaki nan gesit, yang mampu mengaduk-aduk bola sampai bikin pusing lawan-lawannya. Tapi Ronaldo muda juga begitu narcis, serakah, dan egois. Kalau sudah keasyikan, ia suka lupa pada rekan-rekan setimnya.
Namun Ronaldo juga bisa belajar, baik dari bertambahnya usia, pengalaman, dan didikan Fergie. Ronaldo yang sekarang adalah Ronaldo yang sudah lebih tahu bagaimana bermain untuk tim. Yang tidak berbeda adalah Ronaldo yang sekarang tetaplah pelari yang sangat cepat, pemilik kaki nan gesit, empunya gocekan-gocekan hebat.
Suksesnya di dalam stadion juga telah merambah ke luar lapangan. Dengan wajah ganteng dan bodi yang seksi, lelaki bernama lengkap Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro itu mulai digila-gilai orang di seluruh dunia — lebih-lebih kaum hawa. Karena sudah jadi milik publik, kerap mengikuti acara-acara publik, dan sering dipublikasikan media, maka status selebritis sudah disandang Ronaldo.
Teman-teman dan ruang lingkup pergaulannya pun makin dekat dengan dunia entertainment. Gosip kedekatan Ronaldo dengan beberapa aktris terus jadi santapan empuk tabloid-tabloid kuning. Ia pernah menjalin hubungan khusus dengan presenter TV Spanyol Merche Romero, lalu model bernama Jordana Jardel. Belakangan ia sedang diisukan dekat dengan bintang TV Inggris Gemma Atkinson, serta “mengincar” artis-artis “bening” lain seperti Roxanne McKee, Bryony Seth, Georgina Walkter, dan Ali Bastian.
Begitulah. Kehidupan Ronaldo — namanya diambil dari eks Presiden AS Ronald Reagen, karena sang ayah mengidolakannya sebagai aktor, bukan politisi — terus bergulir seiring dengan waktu, yang akan membawanya entah ke mana suatu hari nanti. Mungkin di akhir musim ia menjadi seperti yang diprediksikan legenda MU Bryan Robson sewaktu bertandang ke Jakarta belum lama ini, bahwa ia berpeluang meraih predikat Player of the Year. Atau lebih hebat lagi seperti ramalan Alex Ferguson, bahwa Ronaldo bisa menjadi pemain terbaik dunia.
Ronaldo masuk menggantikan Park-Ji Sung pada menit ke-62, dan hasilnya kedua tim berbagi angka alias imbang. Manchester United sebelumnya juga kalah dari Liverpool (di Premier League) dan Zenit St Peterburg (Piala Super Eropa).
Nah, bagi yang belum tahu tentang profil Cristiano Ronalda alias CR7, nih dia profilnya :
Nama lengkap : Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro
Nickname : Ronnie, CR, Rocket Ronaldo, CR7, C. Ronaldo
Tanggal lahir : 5 Februari 1985 (umur 23)
Tempat lahir : Funchal, Madeira, Portugal
Tinggi : 1.84 m (6 ft 0 in)
Nomor punggung : 7
Posisi : Sayap kanan, sayap kiri, Penyerang
Klub:
1999 – 2003 Sporting Lisbon 31 main (5) gol
2003 – 2004 Manchester United 40 main (6) gol
2004 – 2005 Manchester United 50 main (9) gol
2005 – 2006 Manchester United 47 main (12) gol
2006 – 2007 Manchester United 53 main (23) gol
2007 – 2008 Manchester United 33 main (30) gol
Total 254 main (85) gol
Timnas : 2003 – sekarang Portugal 54 main (20) gol
Ronaldo Lahir di Madeira, Portugal, anak dari Maria Dolores dos Santos Aveiro dan José Dinis Aveiro. Dia memiliki kakak laki-laki bernama Hugo, dan dua kakak perempuan, Elma dan Liliana Cátia. Liliana Bekerja sebagai penyanyi dengan nama panggung “Ronalda” di Portugal. Nama kedua yang diberikan kepada Cristiano (”Ronaldo”) relatif langka di Portugal.
Cristiano sejak kecil merupakan kesayangan keluarganya, dia selalu mendapat dukungan dari keluarganya dalam segala hal. Dia dikenal anak yang selalu ingin menang. Di sekolahnya dia menggemari sepak bola, dia selalu punya akal agar dapat bermain bola. Jika dia tidak menemukan bola, maka ia akan membuat bola dari gulungan kaos kaki teman-temannya.
Nominal gajinya di klub profesional pertamanya, Sporting Lisbon tidak ada apa – apanya sebelum pindah ke Inggris. Kini ia mampu menghasilkan 100 kali lipat gaji di Sporting Lisbon dalam satu pekan karena gajinya di Old Trafford mencapai 40 ribu euro (Rp 470 juta).
Dari itu saja level kehidupan Ronaldo sudah meningkat dratis, padahal secara karir ia baru lahir ke dunia sepakbola selama tiga setengah tahun. Kalau tidak digaet MU pada musim panas 2003, mungkin saja nasib pria setinggi 184 cm ini tidak seperti sekarang.
Ronaldo muda adalah seorang pelari yang sangat cepat, pemilik kaki nan gesit, yang mampu mengaduk-aduk bola sampai bikin pusing lawan-lawannya. Tapi Ronaldo muda juga begitu narcis, serakah, dan egois. Kalau sudah keasyikan, ia suka lupa pada rekan-rekan setimnya.
Namun Ronaldo juga bisa belajar, baik dari bertambahnya usia, pengalaman, dan didikan Fergie. Ronaldo yang sekarang adalah Ronaldo yang sudah lebih tahu bagaimana bermain untuk tim. Yang tidak berbeda adalah Ronaldo yang sekarang tetaplah pelari yang sangat cepat, pemilik kaki nan gesit, empunya gocekan-gocekan hebat.
Suksesnya di dalam stadion juga telah merambah ke luar lapangan. Dengan wajah ganteng dan bodi yang seksi, lelaki bernama lengkap Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro itu mulai digila-gilai orang di seluruh dunia — lebih-lebih kaum hawa. Karena sudah jadi milik publik, kerap mengikuti acara-acara publik, dan sering dipublikasikan media, maka status selebritis sudah disandang Ronaldo.
Teman-teman dan ruang lingkup pergaulannya pun makin dekat dengan dunia entertainment. Gosip kedekatan Ronaldo dengan beberapa aktris terus jadi santapan empuk tabloid-tabloid kuning. Ia pernah menjalin hubungan khusus dengan presenter TV Spanyol Merche Romero, lalu model bernama Jordana Jardel. Belakangan ia sedang diisukan dekat dengan bintang TV Inggris Gemma Atkinson, serta “mengincar” artis-artis “bening” lain seperti Roxanne McKee, Bryony Seth, Georgina Walkter, dan Ali Bastian.
Begitulah. Kehidupan Ronaldo — namanya diambil dari eks Presiden AS Ronald Reagen, karena sang ayah mengidolakannya sebagai aktor, bukan politisi — terus bergulir seiring dengan waktu, yang akan membawanya entah ke mana suatu hari nanti. Mungkin di akhir musim ia menjadi seperti yang diprediksikan legenda MU Bryan Robson sewaktu bertandang ke Jakarta belum lama ini, bahwa ia berpeluang meraih predikat Player of the Year. Atau lebih hebat lagi seperti ramalan Alex Ferguson, bahwa Ronaldo bisa menjadi pemain terbaik dunia.
biografi Slipknot
band selain Avenged Sevenfold yang aku suka adalah Slipknot
berikut BIOGRAFI SlipKnoT
slipknot.jpgSlipknot a adalah sebuah grup band beraliran Alternative Metal dan Heavy Metal, asal Amerika Serikat. Grup ini berdiri di Des Moines, Iowa pada 1995 dengan sembilan orang pendiri dari kota yang sama.Sebelum menjadi Slipknot semula mereka menggunakana nama The Pale Ones kemudian Pyg System dan Meld. Hingga akhirnya menggunakan nama Slipknot. Dalam perjalanannya mereka beberapa kali mengalami perubahan personel, dan formasi terakhir terdiri atas Sid Wilson, Nathan ‘Joey’ Jordison, Paul Gray, Chris Fehn, James Root, Craig ‘133′ Jones, Shawn ‘Clown’ Crahan, Mick Thomson dan Corey Taylor.Album-album Slipknot di antaranya Mate. Feed. Kill. Repeat (1996), Roadrunner Records Demo (1998), Slipknot (1999), Iowa (2001), Vol. 3 (The Subliminal Verses, 2004) dan 4th Studio Album (2008). Lewat album-album tersebut mereka berhasil meraih Grammy Award Nominations untuk Best Metal Performance dan Best Hard Rock Performance.Lewat single Left Behind dari album Iowa (2001), berhasil masuk nominasi Grammy pada 2002. Dan pada 2006, Slipknot berhasil meraih Best Metal Performance lewat lagu Before I Forget.
berikut BIOGRAFI SlipKnoT
slipknot.jpgSlipknot a adalah sebuah grup band beraliran Alternative Metal dan Heavy Metal, asal Amerika Serikat. Grup ini berdiri di Des Moines, Iowa pada 1995 dengan sembilan orang pendiri dari kota yang sama.Sebelum menjadi Slipknot semula mereka menggunakana nama The Pale Ones kemudian Pyg System dan Meld. Hingga akhirnya menggunakan nama Slipknot. Dalam perjalanannya mereka beberapa kali mengalami perubahan personel, dan formasi terakhir terdiri atas Sid Wilson, Nathan ‘Joey’ Jordison, Paul Gray, Chris Fehn, James Root, Craig ‘133′ Jones, Shawn ‘Clown’ Crahan, Mick Thomson dan Corey Taylor.Album-album Slipknot di antaranya Mate. Feed. Kill. Repeat (1996), Roadrunner Records Demo (1998), Slipknot (1999), Iowa (2001), Vol. 3 (The Subliminal Verses, 2004) dan 4th Studio Album (2008). Lewat album-album tersebut mereka berhasil meraih Grammy Award Nominations untuk Best Metal Performance dan Best Hard Rock Performance.Lewat single Left Behind dari album Iowa (2001), berhasil masuk nominasi Grammy pada 2002. Dan pada 2006, Slipknot berhasil meraih Best Metal Performance lewat lagu Before I Forget.
michael carrick
Michael Carrick
From Wikipedia, the free encyclopedia
Jump to: navigation, search
Michael Carrick Michael Carrick.jpg
Personal information
Full name Michael Carrick
Date of birth 28 July 1981 (1981-07-28) (age 28)
Place of birth Wallsend, Tyne & Wear, England
Height 6 ft 1 in (1.85 m)[1]
Playing position Centre midfielder
Club information
Current club Manchester United
Number 16
Youth career
1986–1997 Wallsend Boys Club
1997–1998 West Ham United
Senior career*
Years Team Apps† (Gls)†
1998–2004 West Ham United 140 (6)
1999 → Swindon Town (loan) 6 (2)
2000 → Birmingham City (loan) 5 (0)
2004–2006 Tottenham Hotspur 64 (2)
2006– Manchester United 105 (10)
National team‡
2001–2003 England U-21 14 (2)
2006 England B 1 (0)
2001– England 20 (0)
* Senior club appearances and goals counted for the domestic league only and correct as of 13:55, 09 December 2009 (UTC).
† Appearances (Goals).
‡ National team caps and goals correct as of 17:30, 5 April 2009 (UTC)
Michael Carrick (born 28 July 1981) is an English footballer who currently plays for Manchester United as a midfielder. He previously played for West Ham United and more recently Tottenham Hotspur. Distinctive features of his play identified at the time of his move to Manchester United included his inventive distribution of the ball and his passing and crossing abilities.[2] He has so far played 20 times for the England national football team.
Contents
[hide]
* 1 Club career
o 1.1 Early years
o 1.2 West Ham
o 1.3 Tottenham Hotspur
o 1.4 Manchester United
* 2 International career
* 3 Personal life
* 4 Career statistics
* 5 Honours
o 5.1 Club
* 6 References
* 7 External links
[edit] Club career
[edit] Early years
Carrick was born to Vince and Lynn Carrick in Wallsend, Tyne and Wear,[3] and first became involved in football when he was five years old. He played five-a-side football with Wallsend Boys Club on Saturday nights, courtesy of his father's volunteer work at the club. Football became more serious for him at the age of 12 when he was selected for Wallsend Schools' and later on North Tyneside Schools'. Whilst playing for Wallsend Boys' Club under 16s, he was capped for the England Boys' club side. During the school years, and the years up until his move to West Ham United, Carrick actually played as a centre forward; it was only at West Ham where he started to play more often as a midfielder.[4]
[edit] West Ham
Having studied at Wallsend's Western Middle School and Burnside Community High School until completing his GCSE exams in 1997, he was scouted by many clubs before being taken to West Ham by Wallsend-based North East scouts Dave Mooney and Bill Gibbs, who had watched Carrick for a few years playing for Wallsend Boys' Club. Surprisingly, few clubs from the north-east, where Carrick was from, wanted to sign him, and the then West Ham manager Harry Redknapp later revealed this was because he grew so much that he became clumsy with the ball and constantly had knee pains.[5]
Carrick's professional career began at the famous youth academy of West Ham United in 1998. A notable contribution during the 1998-99 season came from him in the FA Youth Cup final, where he helped, alongside another rising star Joe Cole, West Ham to a 9-0 victory over Coventry City, scoring two goals himself.[6]
Carrick made his senior debut as a substitute, replacing Rio Ferdinand in a 3-0 win at Bradford City in August 1999. He spent two periods on loan that season, a couple of months at Swindon Town and a month at Birmingham City, and made a few more appearances for West Ham. But in 2000-01, his exploits in his first full season for West Ham gained widespread recognition, resulting in his being nominated for the PFA Young Player of the Year award (Steven Gerrard of Liverpool was the winner).[7]
2002-03 was a season to forget for Carrick, as much of it for him was plagued by injury and West Ham were eventually relegated from the Premier League at the end of the season. Carrick decided to stay with the club, playing for them the subsequent season 2003-04 in the First Division. At the time, a number of clubs were credited with an interest in Carrick, such as Portsmouth, Arsenal and Tottenham Hotspur. It appeared that Arsenal were winning the race to sign him, before Patrick Vieira decided to stay at the club, thus stopping any potential transfer.[8]
[edit] Tottenham Hotspur
Before the beginning of the 2004-05 season, Carrick then moved to Tottenham Hotspur for a fee of £2.75 million in order to play in the Premier League.[6] The following two seasons at Tottenham were a major success for him as Spurs enjoyed an upturn in footballing fortunes with major investments in new players and a new management. Under the guidance of Spurs manager Martin Jol, Carrick rose to fame with Spurs during the seasons 2004-2005 and 2005-2006, gaining the sort of reputation that eventually led to speculation about a move to Manchester United on 31 July 2006.
[edit] Manchester United
Carrick (right) with John O'Shea (left) and Wayne Rooney (middle)
On 31 July 2006, Carrick moved to Manchester United.[9] An initial bid of £10 million by United was rejected, though a later bid with a £14 million basic fee, potentially rising to £18.6 million depending on club and player success, was accepted. This potentially makes Carrick the fifth most expensive player acquired by Manchester United.[10] He was given the number 16 shirt for Manchester United, previously worn by former captain Roy Keane.[11]
He made his Premiership debut for United on 23 August 2006, coming on as a substitute in United's 3–0 away win over Charlton Athletic.[12] He had sustained an injury in his original debut against Porto in the Amsterdam Tournament. He made his starting line-up debut against Watford on 26 August 2006 at Vicarage Road, in a match that United went on to win 2–1.[13]
Carrick had started almost every game for United in the 2006–07 season. He was briefly injured in late December, at which point his "holding" role in central midfield was filled in by John O'Shea or Darren Fletcher. His first goal for Manchester United was on 13 January 2007 in a 3–1 win over Aston Villa at Old Trafford in the Premier League.
On 10 April 2007, Carrick scored two long-range right-foot curlers against Roma in United's 7–1 victory in the quarter finals of the UEFA Champions League at Old Trafford. He opened the scoring with his first, thus setting United on their way to the semi finals.
With the arrivals of Owen Hargreaves and Anderson at Old Trafford for the 2007–08 season, Carrick acknowledged that he was not guaranteed a place in United's first team.[14] Carrick suffered an injury setback in October 2007, breaking his elbow against Roma in the UEFA Champions League. On 3 November 2007, he returned to action, coming on as a substitute for Anderson against Arsenal.
Carrick's first goal of the 2007–08 season came in injury time during a 2–1 loss versus derby rivals Manchester City on 10 February.[15] His second goal came in happier circumstances with Carrick adding the final goal in the 4–1 win over West Ham on 3 May.[16]
On 18 April 2008, Carrick agreed to sign a new five-year contract, along with defenders Rio Ferdinand and Wes Brown, which would keep him at Old Trafford until 2013. The contract was finally signed on 17 May 2008.[17]
On 21 May 2008, he played a full 120 minutes in a 6–5 victory over Chelsea on penalties to win the 2008 UEFA Champions League Final. He scored during the penalty shoot-out, and collected a winners medal, the first European winners medal of his career.
On 1 November 2008, Carrick scored his first goal of the 2008–09 season when he netted a powerful left-footed effort against Hull City at Old Trafford.[18] Carrick then went on to score his second of the campaign against Stoke City, two weeks later, at Old Trafford.[19] Carrick grabbed a late goal against Portsmouth to make it 2-0 and put the game beyond them, this was also Carrick's first goal of 2009.[20] On 13 May 2009, Carrick netted the winner away to Wigan in the 86th minute, this put Manchester United 6 points in front with 2 games left, meaning they only need 1 more point for a third Premier League title. This was also Carrick's first United goal away from Old Trafford.[21] On Wednesday 30 September 2009, he scored his first goal of the season in the Champions League against Bundesliga champions VfL Wolfsburg in a 2-1 home win. Due to a defensive crisis, Carrick has had to fill in at centre back since Gary Neville, himself being played there out of position, picked up an injury against West Ham United in a 4-0 away win.[22]
[edit] International career
Carrick (bottom) in the match against Spain on 11 February 2009
Carrick made his first senior international start in May 2005 during England's tour of the United States,[23] having made two substitute appearances in 2001. England manager, Sven-Göran Eriksson considered Carrick to be a good option as a holding midfielder with others such as Scott Parker and Ledley King. On 8 May 2006, Eriksson named Carrick in England's squad for the 2006 World Cup. Carrick played in one World Cup game, the second round match against Ecuador, which England won 1-0. For the next game against Portugal, it was felt that a more cautious approach was needed, thus Owen Hargreaves, who was playing at right back in the Ecuador game, replaced him.[24]
Despite his consistent form for Manchester United, Carrick continues to be overlooked by England managers due to the likes of Frank Lampard, Steven Gerrard, Joe Cole and Gareth Barry being preferred. He started games rarely under Sven-Göran Eriksson and his successor Steve McClaren. His last appearance for England was a 2-1 defeat at home to Germany in August 2007, however he was named in Fabio Capello's squad for the game against the Czech Republic[25] however he was forced to withdraw from the squad after sustaining an injury during Manchester United's game with Newcastle.[26]
Carrick returned to the England side on 19 November 2008 in a 2-1 friendly win over Germany in Berlin. He started alongside Gareth Barry in central midfield with Steven Gerrard, Frank Lampard and Owen Hargreaves all injured and was named by many media sources, including the Guardian as Man of the Match.
[edit] Personal life
Carrick has a brother, Graeme (born 3 April 1985), who was also at West Ham United but suffered several injuries. He is now an FA Skills Coach. He previously worked at Newcastle United's Academy, coaching the U10s and U16s.[27][28]
Carrick married Lisa Roughead on 16 June 2007, the same day as England team mates Steven Gerrard and Gary Neville married their respective partners.[29] In April 2008, Lisa gave birth to a baby girl, Louise.[3][30]
[edit] Career statistics
Club Season League FA Cup League Cup Europe Other[31] Total
Apps Goals Apps Goals Apps Goals Apps Goals Apps Goals Apps Goals
West Ham United 1998–99 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
1999–2000 8 1 0 0 0 0 0 0 0 0 8 1
2000–01 33 1 4 0 4 0 0 0 0 0 41 1
2001–02 30 2 1 0 1 0 0 0 0 0 32 2
2002–03 30 1 2 0 2 0 0 0 0 0 34 1
2003–04 39 1 4 0 1 0 0 0 3 0 47 1
Total 140 6 11 0 8 0 0 0 3 0 162 6
Swindon Town (loan) 1999–2000 6 2 0 0 0 0 0 0 0 0 6 2
Birmingham City (loan) 1999–2000 5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 0
Tottenham Hotspur 2004–05 29 0 6 0 3 0 0 0 0 0 38 0
2005–06 35 2 1 0 1 0 0 0 0 0 37 2
Total 64 2 7 0 4 0 0 0 0 0 75 2
Manchester United 2006–07 33 3 7 1 0 0 12 2 0 0 52 6
2007–08 31 2 4 0 1 0 12 0 1 0 49 2
2008–09 28 4 3 0 1 0 9 0 2 0 43 4
2009–10 13 1 0 0 2 0 5 1 1 0 21 2
Total 105 10 14 1 4 0 38 3 4 0 165 14
Career total 320 20 32 1 16 0 38 3 7 0 413 24
From Wikipedia, the free encyclopedia
Jump to: navigation, search
Michael Carrick Michael Carrick.jpg
Personal information
Full name Michael Carrick
Date of birth 28 July 1981 (1981-07-28) (age 28)
Place of birth Wallsend, Tyne & Wear, England
Height 6 ft 1 in (1.85 m)[1]
Playing position Centre midfielder
Club information
Current club Manchester United
Number 16
Youth career
1986–1997 Wallsend Boys Club
1997–1998 West Ham United
Senior career*
Years Team Apps† (Gls)†
1998–2004 West Ham United 140 (6)
1999 → Swindon Town (loan) 6 (2)
2000 → Birmingham City (loan) 5 (0)
2004–2006 Tottenham Hotspur 64 (2)
2006– Manchester United 105 (10)
National team‡
2001–2003 England U-21 14 (2)
2006 England B 1 (0)
2001– England 20 (0)
* Senior club appearances and goals counted for the domestic league only and correct as of 13:55, 09 December 2009 (UTC).
† Appearances (Goals).
‡ National team caps and goals correct as of 17:30, 5 April 2009 (UTC)
Michael Carrick (born 28 July 1981) is an English footballer who currently plays for Manchester United as a midfielder. He previously played for West Ham United and more recently Tottenham Hotspur. Distinctive features of his play identified at the time of his move to Manchester United included his inventive distribution of the ball and his passing and crossing abilities.[2] He has so far played 20 times for the England national football team.
Contents
[hide]
* 1 Club career
o 1.1 Early years
o 1.2 West Ham
o 1.3 Tottenham Hotspur
o 1.4 Manchester United
* 2 International career
* 3 Personal life
* 4 Career statistics
* 5 Honours
o 5.1 Club
* 6 References
* 7 External links
[edit] Club career
[edit] Early years
Carrick was born to Vince and Lynn Carrick in Wallsend, Tyne and Wear,[3] and first became involved in football when he was five years old. He played five-a-side football with Wallsend Boys Club on Saturday nights, courtesy of his father's volunteer work at the club. Football became more serious for him at the age of 12 when he was selected for Wallsend Schools' and later on North Tyneside Schools'. Whilst playing for Wallsend Boys' Club under 16s, he was capped for the England Boys' club side. During the school years, and the years up until his move to West Ham United, Carrick actually played as a centre forward; it was only at West Ham where he started to play more often as a midfielder.[4]
[edit] West Ham
Having studied at Wallsend's Western Middle School and Burnside Community High School until completing his GCSE exams in 1997, he was scouted by many clubs before being taken to West Ham by Wallsend-based North East scouts Dave Mooney and Bill Gibbs, who had watched Carrick for a few years playing for Wallsend Boys' Club. Surprisingly, few clubs from the north-east, where Carrick was from, wanted to sign him, and the then West Ham manager Harry Redknapp later revealed this was because he grew so much that he became clumsy with the ball and constantly had knee pains.[5]
Carrick's professional career began at the famous youth academy of West Ham United in 1998. A notable contribution during the 1998-99 season came from him in the FA Youth Cup final, where he helped, alongside another rising star Joe Cole, West Ham to a 9-0 victory over Coventry City, scoring two goals himself.[6]
Carrick made his senior debut as a substitute, replacing Rio Ferdinand in a 3-0 win at Bradford City in August 1999. He spent two periods on loan that season, a couple of months at Swindon Town and a month at Birmingham City, and made a few more appearances for West Ham. But in 2000-01, his exploits in his first full season for West Ham gained widespread recognition, resulting in his being nominated for the PFA Young Player of the Year award (Steven Gerrard of Liverpool was the winner).[7]
2002-03 was a season to forget for Carrick, as much of it for him was plagued by injury and West Ham were eventually relegated from the Premier League at the end of the season. Carrick decided to stay with the club, playing for them the subsequent season 2003-04 in the First Division. At the time, a number of clubs were credited with an interest in Carrick, such as Portsmouth, Arsenal and Tottenham Hotspur. It appeared that Arsenal were winning the race to sign him, before Patrick Vieira decided to stay at the club, thus stopping any potential transfer.[8]
[edit] Tottenham Hotspur
Before the beginning of the 2004-05 season, Carrick then moved to Tottenham Hotspur for a fee of £2.75 million in order to play in the Premier League.[6] The following two seasons at Tottenham were a major success for him as Spurs enjoyed an upturn in footballing fortunes with major investments in new players and a new management. Under the guidance of Spurs manager Martin Jol, Carrick rose to fame with Spurs during the seasons 2004-2005 and 2005-2006, gaining the sort of reputation that eventually led to speculation about a move to Manchester United on 31 July 2006.
[edit] Manchester United
Carrick (right) with John O'Shea (left) and Wayne Rooney (middle)
On 31 July 2006, Carrick moved to Manchester United.[9] An initial bid of £10 million by United was rejected, though a later bid with a £14 million basic fee, potentially rising to £18.6 million depending on club and player success, was accepted. This potentially makes Carrick the fifth most expensive player acquired by Manchester United.[10] He was given the number 16 shirt for Manchester United, previously worn by former captain Roy Keane.[11]
He made his Premiership debut for United on 23 August 2006, coming on as a substitute in United's 3–0 away win over Charlton Athletic.[12] He had sustained an injury in his original debut against Porto in the Amsterdam Tournament. He made his starting line-up debut against Watford on 26 August 2006 at Vicarage Road, in a match that United went on to win 2–1.[13]
Carrick had started almost every game for United in the 2006–07 season. He was briefly injured in late December, at which point his "holding" role in central midfield was filled in by John O'Shea or Darren Fletcher. His first goal for Manchester United was on 13 January 2007 in a 3–1 win over Aston Villa at Old Trafford in the Premier League.
On 10 April 2007, Carrick scored two long-range right-foot curlers against Roma in United's 7–1 victory in the quarter finals of the UEFA Champions League at Old Trafford. He opened the scoring with his first, thus setting United on their way to the semi finals.
With the arrivals of Owen Hargreaves and Anderson at Old Trafford for the 2007–08 season, Carrick acknowledged that he was not guaranteed a place in United's first team.[14] Carrick suffered an injury setback in October 2007, breaking his elbow against Roma in the UEFA Champions League. On 3 November 2007, he returned to action, coming on as a substitute for Anderson against Arsenal.
Carrick's first goal of the 2007–08 season came in injury time during a 2–1 loss versus derby rivals Manchester City on 10 February.[15] His second goal came in happier circumstances with Carrick adding the final goal in the 4–1 win over West Ham on 3 May.[16]
On 18 April 2008, Carrick agreed to sign a new five-year contract, along with defenders Rio Ferdinand and Wes Brown, which would keep him at Old Trafford until 2013. The contract was finally signed on 17 May 2008.[17]
On 21 May 2008, he played a full 120 minutes in a 6–5 victory over Chelsea on penalties to win the 2008 UEFA Champions League Final. He scored during the penalty shoot-out, and collected a winners medal, the first European winners medal of his career.
On 1 November 2008, Carrick scored his first goal of the 2008–09 season when he netted a powerful left-footed effort against Hull City at Old Trafford.[18] Carrick then went on to score his second of the campaign against Stoke City, two weeks later, at Old Trafford.[19] Carrick grabbed a late goal against Portsmouth to make it 2-0 and put the game beyond them, this was also Carrick's first goal of 2009.[20] On 13 May 2009, Carrick netted the winner away to Wigan in the 86th minute, this put Manchester United 6 points in front with 2 games left, meaning they only need 1 more point for a third Premier League title. This was also Carrick's first United goal away from Old Trafford.[21] On Wednesday 30 September 2009, he scored his first goal of the season in the Champions League against Bundesliga champions VfL Wolfsburg in a 2-1 home win. Due to a defensive crisis, Carrick has had to fill in at centre back since Gary Neville, himself being played there out of position, picked up an injury against West Ham United in a 4-0 away win.[22]
[edit] International career
Carrick (bottom) in the match against Spain on 11 February 2009
Carrick made his first senior international start in May 2005 during England's tour of the United States,[23] having made two substitute appearances in 2001. England manager, Sven-Göran Eriksson considered Carrick to be a good option as a holding midfielder with others such as Scott Parker and Ledley King. On 8 May 2006, Eriksson named Carrick in England's squad for the 2006 World Cup. Carrick played in one World Cup game, the second round match against Ecuador, which England won 1-0. For the next game against Portugal, it was felt that a more cautious approach was needed, thus Owen Hargreaves, who was playing at right back in the Ecuador game, replaced him.[24]
Despite his consistent form for Manchester United, Carrick continues to be overlooked by England managers due to the likes of Frank Lampard, Steven Gerrard, Joe Cole and Gareth Barry being preferred. He started games rarely under Sven-Göran Eriksson and his successor Steve McClaren. His last appearance for England was a 2-1 defeat at home to Germany in August 2007, however he was named in Fabio Capello's squad for the game against the Czech Republic[25] however he was forced to withdraw from the squad after sustaining an injury during Manchester United's game with Newcastle.[26]
Carrick returned to the England side on 19 November 2008 in a 2-1 friendly win over Germany in Berlin. He started alongside Gareth Barry in central midfield with Steven Gerrard, Frank Lampard and Owen Hargreaves all injured and was named by many media sources, including the Guardian as Man of the Match.
[edit] Personal life
Carrick has a brother, Graeme (born 3 April 1985), who was also at West Ham United but suffered several injuries. He is now an FA Skills Coach. He previously worked at Newcastle United's Academy, coaching the U10s and U16s.[27][28]
Carrick married Lisa Roughead on 16 June 2007, the same day as England team mates Steven Gerrard and Gary Neville married their respective partners.[29] In April 2008, Lisa gave birth to a baby girl, Louise.[3][30]
[edit] Career statistics
Club Season League FA Cup League Cup Europe Other[31] Total
Apps Goals Apps Goals Apps Goals Apps Goals Apps Goals Apps Goals
West Ham United 1998–99 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
1999–2000 8 1 0 0 0 0 0 0 0 0 8 1
2000–01 33 1 4 0 4 0 0 0 0 0 41 1
2001–02 30 2 1 0 1 0 0 0 0 0 32 2
2002–03 30 1 2 0 2 0 0 0 0 0 34 1
2003–04 39 1 4 0 1 0 0 0 3 0 47 1
Total 140 6 11 0 8 0 0 0 3 0 162 6
Swindon Town (loan) 1999–2000 6 2 0 0 0 0 0 0 0 0 6 2
Birmingham City (loan) 1999–2000 5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 0
Tottenham Hotspur 2004–05 29 0 6 0 3 0 0 0 0 0 38 0
2005–06 35 2 1 0 1 0 0 0 0 0 37 2
Total 64 2 7 0 4 0 0 0 0 0 75 2
Manchester United 2006–07 33 3 7 1 0 0 12 2 0 0 52 6
2007–08 31 2 4 0 1 0 12 0 1 0 49 2
2008–09 28 4 3 0 1 0 9 0 2 0 43 4
2009–10 13 1 0 0 2 0 5 1 1 0 21 2
Total 105 10 14 1 4 0 38 3 4 0 165 14
Career total 320 20 32 1 16 0 38 3 7 0 413 24
Langganan:
Postingan (Atom)